RONALDINHO Gaucho hanya butuh satu musim merumput di kompetisi profesional, untuk kemudian dipercaya membela Tim Nasional (Timnas) senior Brasil. Setelah mencuri perhatian bersama Gremio di sepanjang 1998 hingga awal 1999, Ronaldinho pun dipanggil pelatih Brasil saat itu, Vanderlei Luxemburgo, untuk menjalani debut.
Ronaldinho turun sebagai starter saat Brasil menang 3-0 atas Latvia pada 26 Juni 1999. Mentas sebagai tandem Ronaldo Luis Nazario dalam pola 4-4-2, Ronaldinho mencetak dua assist di laga tersebut. Ia mencetak assist atas gol pertama Brasil yang dilesakkan Alex pada menit 27 dan gol ketiga Selecao yang dikemas Ronaldo (73’).
Saat itu, Ronaldinho disertakan ke dalam skuad Brasil yang dipersiapkan tampil di Copa America yang berlangsung di Paraguay pada 29 Juni hingga 18 Juli 1999. Sayangnya, Ronaldinho tidak mendapat menit tampil yang optimal saat itu. Ia hanya tampil di laga pembuka saat Brasil menang 7-0 atas Venezuela. Pada laga pembuka Fase Grup B Copa America 1999 itu, Ronaldinho turun selama 20 menit dan mencetak satu gol.
Setelah laga tersebut, pria yang kini berusia 39 tahun itu hanya duduk di bangku cadangan hingga akhir turnamen. Saat itu, Canarinha –julukan Brasil– menjadi kampiun setelah di final menumbangkan Uruguay 3-0. Tahu Ronaldinho memiliki potensi, Luxermburgo pun kembali menyertakan Ronaldinho.

(Ronaldinho saat membela Brasil di Piala Konfederasi 1999. Foto: FIFA.com)
Pria murah senyum itu dibawa Luxemburgo untuk membela Brasil di Piala Konfederasi yang berlangsung di Meksiko pada 24 Juli hingga 8 Agustus 1999. Dalam turnamen tersebut, Ronaldinho diplot sebagai pemain utama.
Sebab, pemain-pemain yang dibawa Luxemburgo saat ini hanyalah personel kelas dua. Sebab, pemain-pemain utama Brasil seperti Ronaldo, Rivaldo dan lain-lain sudah turun di Copa America 1999 dan tidak disertakan ke Piala Konfederasi. Kesempatan merumput sebagai starter di Timnas Brasil tidak disia-siakan Ronaldinho.