Zidane memang sangat bersungguh-sungguh dalam menggeluti sepakbola karena dia bertujuan mulia untuk menaikkan derajat keluarganya. Zidane memang berasal dari keluarga yang kurang mampu karena sang ayah, Smail Zidane, hanya bekerja sebagai penjaga toko sedangkan sang ibu adalah ibu rumah tangga biasa. Fakta keluarga Zidane ialah imigran dari Aljazair semakin mempersulit hidup mereka karena sering menerima tindakan rasisme.
“Saya melakukan segalanya sebagai pemain terbaik, saya harus melakukannya dengan cara apa pun. Ini adalah bagaimana saya bisa membuat orang tua saya bahagia, karena itu adalah hidup saya, tetapi saya juga melakukannya untuk membuat mereka bangga,” sambung Zizou.

"Untuk membuat diri Anda dikenal, dan kemudian bermain, Anda harus menjadi baik, tidak seperti hari ini. Pertama Anda harus menunjukkan bahwa Anda berbeda dengan orang lain, karena pada saat itu jumlah pemain muda yang bisa tampil terbatas. Hanya satu atau dua anak muda per tim. Hari ini semuanya berubah, itu berjalan lebih cepat, dan bagi para pemain, mereka tidak lagi takut membuat kesalahan,” tambah Zidane.
Dengan latar belakang seperti itu, Zidane bertekad kuat untuk sukses di dunia sepakbola. Keteguhan dan disiplin yang ditunjukkan Zidane berbuah hasil karena Presiden Cannes amat senang dengannya. Zidane membuat debut untuk Cannes pada usia 16 tahun. Saat itu, Presiden Cannes berjanji akan memberikan mobil kepada Zidane jika dia mampu membuat gol perdana untuk klubnya.