JALAN Paul Pogba sebagai pesepakbola profesional cukup mulus. Dimulai dari akademi sepakbola US Roissy, pemain berkebangsaan Prancis itu sekarang berada di salah satu klub besar di dunia, Manchester United.
Bakat besar Paul Pogba sudah diketahui oleh almarhum ayahnya, Fassou Antoine Pogba, sejak berusia empat tahun. Ketika sekolah, ia sudah berambisi menjadi pesepakbola profesional terbaik. Ambisi serta bakat tersebut kemudian berkembang semakin pesat di US Roissy-en-Brie.
Selama tujuh tahun di klub tersebut, bakat Paul Pogba semakin terasah. Ia akhirnya bergabung ke US Torcy dan bermain di kelompok U-13 sebagai kapten. Hanya setahun di sana, Paul Pogba kemudian direkrut oleh klub divisi teratas Liga Prancis, Le Havre.

Bermain di klub divisi teratas Liga Prancis membuat bakat besar Paul Pogba kemudian tercium banyak klub besar, termasuk dari luar Prancis. Salah satunya adalah Manchester United yang kemudian merekrutnya pada 2009.
Kepindahan tersebut menimbulkan masalah karena Le Havre menuding Man United melakukan pendekatan ilegal kepada Pogba. Apalagi, Setan Merah sebelumnya juga hendak diseret ke arbitrase olahraga karena status transfer Federico Macheda dari Lazio.

Berbeda dengan Macheda yang pindah karena tawaran pekerjaan dari Man United kepada ayahnya, Le Havre menuding Man United menyogok keluarga Paul Pogba demi pindah ke Inggris. Cara itu dilakukan agar Setan Merah bisa merekrutnya secara gratis dari Le Havre.
Man United dan Paul Pogba bergeming dengan tuduhan dari Le Havre. Ia bergabung dengan akademi Man United pada 2009-2011 sebelum hengkang lagi ke Juventus secara gratis pada 2012. Kepindahan tersebut juga berlangsung secara kontroversi karena Pogba menolak sodoran kontrak baru dari Man United gara-gara tidak mendapat jaminan bermain dari Sir Alex Ferguson.

Takdir pada akhirnya menentukan Paul Pogba untuk kembali ke Manchester United. Ia pulang ke Kota Manchester yang disebutnya rumah kedua dengan mahar senilai 89,3 juta poundsterling (setara Rp1,7 triliun) pada Agustus 2016, nilai transfer yang sempat membuatnya berlabel pemain termahal di dunia.
(Fetra Hariandja)