10 Pemain yang Berbeda Negara dengan sang Saudara

Djanti Virantika, Jurnalis · Senin 18 Februari 2019 16:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 18 51 2019643 10-pemain-yang-berbeda-negara-dengan-sang-saudara-nZ5Y1nNhPn.jpg Paul Pogba. (Foto: Reuters)

ATURAN FIFA yang memberi kesempatan pesepakbola untuk memilih negara yang ingin diwakili tampaknya telah membuat pertandingan menjadi semakin seru. Sebab, aturan ini membuat beberapa pesepakbola dapat bertarung melawan saudaranya sendiri.

Kondisi seperti itu telah dirasakan beberapa pesepakbola dunia kala melakoni pertandingan di tingkat internasional. Mereka bisa bertarung melawan saudaranya sendiri lantaran memperkuat negara yang berbeda.

Kali ini, Okezone pun akan membahas lima pasang pesepakbola yang mengalami hal tersebut. Sebagaimana dikutip dari Fox Sport, Senin (18/2/2019), berikut 10 pemain yang berbeda negara dengan sang saudara.

5. Christian Vieri (Italia) dan Max Vieri (Australia)

Pasangan saudara pertama yang mengalami hal ini ialah Christian Vieri dan Max Vieri. Duo Vieri ini memutuskan untuk membela negara yang berbeda. Perbedaan negara lahir dua putra Roberto Vieri ini telah membuka peluang besar bagi mereka untuk memperkuat negara yang berbeda.

Christian lahir pada 1973 ketika sang ayah tengah bermain untuk Bologna, sementara Max lahir pada 1978 di Sydney, Australia, saat ayahnya merumput di sana. Nasib yang berbeda pun dirasakan oleh kedua putra Roberto Vieri ini.

Christian Vieri dan Max Vieri

Christian telah menjelma menjadi salah satu striker terbaik di Italia. Ia telah mencetak 23 gol dalam 49 pertandingan untuk Tim Nasional (Timnas) Italia. Di level klub, Christian pernah memperkuat Inter Milan, Juventus, Lazio, Atletico Madrid, Atlanta, AC Milan, Fiorentina, dan kini berada AS Monaco. Sementara sang adik, Max, dia harus menghabiskan kariernya di klub dengan melompat dari satu tim ke tim lain. Di tingkat internasional, Max baru bermain enam kali.

4. Granit Xhaka (Swiss) dan Taulant Xhaka (Albania)

Selanjutnya, ada Xhaka bersaudara. Granit Xhaka dan Taulant Xhaka dilahirkan di negara yang sama, yakni Swiss. Tetapi, kedua orangtua mereka tak berasa dari sana. Ayah dan ibu Xhaka berasal dari Albania. Alhasil, mereka pun memiliki kesempatan untuk membela negara yang berbeda.

Keduanya memulai karier sepakbola dengan sama-sama memperkuat tim asal Swiss, Basel. Saat Taulant masih bermain untuk tim raksasa Swiss itu, Granit telah loncat dari satu tim ke tim lainnya. Ia bermain untuk Arsenal setelah pindah dari Borussia Monchengladbach.

Granit Xhaka dan Taulant Xhaka

Xhaka bersaudara pun sama-sama mendapat kesempatan untuk memperkuat Tim Nasional (Timnas) Swiss. Granit dipanggil terlebih dahulu ke tim senior. Awalnya, Granit ragu bermain untuk Albania atau Swiss, tetapi lantaran mendapat sedikit perhatian dari Albania, dia akhirnya memilih memperkuat Timnas Swiss pada 2011. Dia telah bermain 66 kali untuk Swiss dan mencetak 10 kali.

Sementara sang kakak, Taulant, memilih untuk mewakili Albania pada 2013. Keputusan ini diambil setelah mendapat masukan dari Granit. Dia melakukan debut untuk Albania pada 2014 dan telah tampil di 22 pertandingan. Di Euro 2016, kakak beradik ini pun harus berduel karena Swiss berjumpa Albania. Meski memperkuat tim yang berbeda, sang ibu tetap memberi dukungan penuh kepada dua putranya tersebut. Ibu mereka menonton dari tribun dengan mengenakan t-shirt yang memadukan bendera kedua negara.

3. Jerome Boateng (Jerman) dan Kevin-Prince Boateng (Ghana)

Kemudian, ada Jerome Boateng dan Kevin-Prince Boateng. Jerome dan Kevin-Prince Boateng adalah saudara tiri dari ayah berdarah Ghana. Keduanya memulai karier di klub yang sama, yakni Hertha Berlin, sebelum akhirnya mengambil jalan sendiri. Boateng bersaudara pun pernah sama-sama memperkuat Timnas Jerman pada Euro U-21 2009.

Jerome Boateng dan Kevin-Prince Boateng

Sayangnya, Kevin-Prince tak mendapat panggilan untuk memperkuat tim senior. Hal ini terjadi karena masalah disiplin. Sementara Jerome, ia memiliki nasib yang berbeda. Bahkan, ia berhasil membawa Timnas Jerman keluar sebagai kampiun di Piala Dunia 2014.

Kondisi ini tak membuat Kevin menyerah. Ia pun mendapat kesempatan untuk memperkuat Timnas Ghana. Pada gelaran Piala Dunia 2010, untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, dua bersaudara berhadapan untuk memperkuat tim yang berbeda.

2. Thiago Alcantara (Spanyol) dan Rafinha Alcantara (Brasil)

Di urutan kedua, ada Thiago Alcantara dan Rafinha Alcantara. Thiago dan Rafinha merupakan putra mantan pemain Timnas Brasil, Mazinho, yang berhasil memenangkan Piala Dunia FIFA dan Copa America pada 1994 dan 1989. Tetapi, perbedaan tempat lahir kedua pemain telah membuat mereka mendapat kesempatan untuk membela negara yang berbeda.

Thiago Alcantara dan Rafinha Alcantara

Thiago lahir di Italia dan menjadi jebolan dari Akademi La Masia, Barcelona. Karena itu, dia memenuhi syarat untuk bermain di Timnas Italia, Spanyol, atau Brasil. Tetapi, Thiago memilih untuk mewakili Spanyol. Bersama Timnas Spanyol, kariernya terbilang apik. Dua trofi Euro U-21 berhasil direngkuh. Kini, Thiago pun menjadi bagian integral dari lini tengah La Furia Roja –julukan Timnas Spanyol.

Sementara itu, Rafinha juga berasal dari jebolan yang sama, yakni La Masia. Meski mewakili Spanyol di tingkat pemuda, Rafinha akhirnya memperkuat Brasil pada 2012. Ia memulai debut tim seniornya pada 2015. Yang menarik, Rafinha hanya bermain untuk Brasil di pertandingan persahabatan dan masih bisa bermain untuk Spanyol jika dia dipanggil.

1. Paul Pogba (Prancis) dan Mathias & Florentin Pogba (Ghana)

Terakhir, ada Pogba bersaudara. Karier sebagai pesepakbola selama ini tak hanya dilakoni oleh Paul Pogba. Dua saudaranya, Mathias Pogba dan Florentin Pogba juga melakoni karier yang sama. Sayang, nama dua pemain itu tak setenar Paul Pogba.

Paul Pogba bersama kakak kembarnya

Nasib keduanya memang sedikit berbeda di dunia sepakbola. Mathias dan Florentin adalah anak kembar yang lahir di Ghana, tetapi keluarga mereka pindah ke Prancis ketika keduanya baru berusia delapan bulan. Paul yang tiga tahun lebih muda dari Mathias dan Florentin pun lahir di Prancis.

Meski kariernya tak secera Paul, Florentin pernah bermain untuk Prancis di level U-20 sebelum melakukan debutnya untuk Guinea pada 2010. Sementara Mathias, ia hanya melakukan debut untuk Ghana tiga tahun kemudian. Paul sendiri telah berkarier cemerlang di Timnas Prancis dan berhasil membawa tim keluar sebagai kampiun di ajang Piala Dunia 2018.

1
5
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini