MADRID – Real Madrid menjalani musim 2008-2009 dengan sangat berat. Di saat Barcelona mulai menemukan kekuatan terbaik di bawah arahan Josep Guardiola, Madrid direpotkan dengan urusan internal.
Akhirnya, manajemen Madrid memecat sang pelatih, Bernd Schuster pada 9 Desember 2008 dan menggantinya dengan Juande Ramos. Hadirnya Ramos pun tidak membawa perubahan berarti terhadap prestasi Madrid yang masih berada di bawah bayang-bayang Barcelona.

Bahkan, kedatangan Ramos membuat manajemen Madrid membuat transfer aneh. Pada bursa transfer musim dingin 2009. Mereka meminjam gelandang West Ham United, Julien Faubert.
Transfer yang terhitung mubazir, mengingat Madrid saat itu sudah memiliki gelandang berkelas. Sebut saja Rafael Van der Vaart, Lassana Diarra, Wesley Sneijder, Guti Hernandez, Ruben de la Red dan lain-lain.
BACA JUGA: Solari Sebut Madrid sebagai Tim Terbaik dalam Sejarah
Benar saja, selama enam bulan membela Madrid, Faubert bisa dibilang makan gaji buta. Bagaimana tidak, pemain yang membela Borneo FC di Liga 1 2018 itu hanya turun dalam dua pertandingan.
Jika ditotal, Faubert hanya turun selama 54 menit! Gelandang berpaspor Prancis itu dikontrak selama enam bulan dan mendapatkan gaji 1,51 juta euro (Rp24,2 miliar). Hal itu berarti jika dibandingkan menit tampil dan gaji yang diterima, Faubert mendapatkan 28 ribu euro atau setara Rp450 juta per menit!

Tidak sampai di situ, Faubert sempat membuat tingkah unik. Saat Madrid bertandang ke markas Villarreal (Estadio El Madrigal) di pekan 36 Liga Spanyol 2008-2009, Faubert terlihat ketiduran di bangku cadangan (bench) Madrid! Karena itu, Madrid tidak mempermanenkan status Faubert di musim panas 2009.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.