nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Edy Rahmayadi Mundur dari Ketum PSSI, Ini Harapan Menpora

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Senin 21 Januari 2019 14:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 21 51 2007281 edy-rahmayadi-mundur-dari-ketum-pssi-ini-harapan-menpora-Shkqm5vQ0q.jpg Menpora Imam Nahrawi (Foto: Okezone)

JAKARTA – Edy Rahmayadi telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum (Ketum) PSSI. Hal tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi. Dengan gamblang Imam mengingatkan PSSI harus terus berbenah memperbaiki persepakbolaan nasional, meski tanpa Edy Rahmayadi.

Seiring mundurnya Edy Rahmayadi, maka saat ini jabatan Ketum PSSI untuk sementara diambil alih oleh Joko Driyono hingga Kongres Luar Biasa (KLB) digelar. Meski begitu, Imam berharap agar PSSI terus melakukan pembenahan dan penyelidikan terkait kasus pengaturan skor yang telah lama menggerogoti sepakbola nasional.

(Baca juga: Erick Thohir Siap Perbaiki Sepakbola Indonesia, Tapi Bukan sebagai Ketua Umum PSSI)

Edy Rahmayadi

Menurutnya, kasus pengaturan skor dan hadirnya mafia sepakbola di negeri ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Imam menilai kalau kehadiran mereka membuat perkembangan sepakbola di Indonesia terhambat, sehingga sulit berprestasi. Maka dari itu, Imam berharap agar semua elemen mau berusaha keras dan berkontribusi untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Pertama-tama, saya ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pak Edy Rahmayadi atas kerja keras dan dedikasinya selama menjabat sebagai ketua umum PSSI. PSSI harus segera melakukan identifikasi permasalahan-permasalahan sepakbola Indonesia agar tidak berlarut-larut dan menjadi masalah sistemik yang menghambat perkembangan sepakbola di Indonesia," tutur Imam, seperti dalam siaran pers yang diterima Okezone, Senin (21/1/2019).

Menpora Imam Nahrawi

"Saya pikir kuncinya adalah keterbukaan. Sudah ada beberapa anggota PSSI yang ditetapkan sebagai tersangka pengaturan skor. Pembenahan ini harus semakin dikeraskan. Tidak perlu malu untuk mengajak pihak lain bekerja sama jika ingin benar-benar serius berbenah," sambung Imam.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini