nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Ucapan Kontroversial Edy Rahmayadi saat Jadi Ketua Umum PSSI

Djanti Virantika, Jurnalis · Minggu 20 Januari 2019 13:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 20 49 2006922 3-ucapan-kontroversial-edy-rahmayadi-saat-jadi-ketua-umum-pssi-do22x3Xx5y.jpg Edy Rahmayadi. (Foto: Okezone/Arif Julianto)

EDY Rahmayadi telah resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Keputusan ini diumumkan Edy saat memberi sambutan pada pembukaan acara Kongres PSSI 2019 yang digelar di Bali pada Minggu (20/1/2019) pagi WIB.

Keputusan tersebut tentu saja menjadi kabar yang mengejutkan. Sebab, Edy berulang kali menolak desakan dari berbagai pihak untuk mundur dari jabatan tersebut.

Pria yang kini rangkap jabatan sebagai Gubernur Sumatera Utara (Sumut) dan Dewan Pembina PSMS Medan itu sebelumnya memastikan akan tetap menempati kursi Ketum PSSI hingga masa jabatannya berakhir, yakni pada 2020.

Sebelum resmi mengundurkan diri, kepemimpinan Edy di PSSI sendiri selalu mendapat sorotan lebih dari publik. Hal ini terjadi lantaran pernyataan yang kontroversial kerap kali diutarakan oleh pria berusia 57 tahun itu.

Okezone pun merangkum beberapa pernyataan kontroversial yang pernah diutarakan Edy saat masih mengemban jabatan sebagai Ketua Umum PSSI. Sebagaimana dikutip dari berbagai sumber, berikut tiga pernyataan kontroversial Edy:

3. Soal Pemain Indonesia yang Merumput di Malaysia

Salah satu pernyataan kontroversial pernah diutarakan Edy kala menanggapi hijrahnya dua pemain Indonesia ke tim Malaysia. Pada akhir Desember 2017, dua pesepakbola Tanah Air, Evan Dimas Darmono dan Ilham Udin Armaiyn mendapat tawaran bermain di Liga Malaysia dengan bergabung ke Selangor FA.

Edy Rahmayadi

Mendengar kabar itu, Edy langsung mengecam keputusan Evan Dimas dan Ilham yang berencana merumput ke negara tetangga. Menurutnya, kedua pemain tidak memiliki jika nasionalisme.

"Siapa mereka? Seenaknya saja mengontrak-ngontrak. Kalau mata duitan, ya repot juga kita. Tidak ada jiwa nasionalisme. Nanti, akan saya kumpulkan segera," ujar Edy.

2. Soal Rangkap Jabatan

Selanjutnya, pernyataan kontroversial juga pernah diutarakan Edy saat wawancara live di salah satu televisi swasta. Saat itu, wawancara digelar untuk menanggapi kasus tewasnya suporter Persija Jakarta, Haringga Sirla, saat menyaksikan pertandingan tim kesayangannya kontra Persib Bandung.

Edy Rahmayadi

Dari sederet pertanyaan yang diutarakan soal peristiwa tersebut, Aiman Wicaksono selaku pembawa acara menyelipkan pertanyaan soal pengaruh kinerja Edy yang merangkap jabatan sebagai Ketua Umum PSSI, Gubernur Sumatera Utara, dan Dewan Pembina PSMS. Secara mengejutkan, jawaban yang kontroversial diutarakan oleh Edy. Jawaban ini pun terus membekas di benak masyarakat.

"Apa urusan Anda menanyakan itu? Bukan hak Anda juga bertanya itu kepada saya," kata Edy.

2. Soal Rangkap Jabatan 

Selanjutnya, pernyataan kontroversial juga pernah diutarakan Edy saat wawancara live di salah satu televisi swasta. Saat itu, wawancara digelar untuk menanggapi kasus tewasnya suporter Persija Jakarta, Haringga Sirla, saat menyaksikan pertandingan tim kesayangannya kontra Persib Bandung.

Dari sederet pertanyaan yang diutarakan soal peristiwa tersebut, Aiman Wicaksono selaku pembawa acara menyelipkan pertanyaan soal pengaruh kinerja Edy yang merangkap jabatan sebagai Ketua Umum PSSI, Gubernur Sumatera Utara, dan Dewan Pembina PSMS. Secara mengejutkan, jawaban yang kontroversial diutarakan oleh Edy. Jawaban ini pun terus membekas di benak masyarakat. 

"Apa urusan Anda menanyakan itu? Bukan hak Anda juga bertanya itu kepada saya," kata Edy.  

1. Soal Prestasi Timnas Indonesia

Pernyataan kontroversial terakhir diutarakan Edy saat mendapat pertanyaan soal prestasi Tim Nasional (Timnas) Indonesia yang melempem. Pertanyaan ini diutarakan setelah Timnas Indonesia meraih hasil minor di ajang Piala AFF 2018.

Edy Rahmayadi

Secara mengejutkan, Edy justru mempertanyakan sikap wartawan. Menurutnya, sikap wartawan memberi dampak terhadap prestasi timnas sehingga para pelaku media harus berlaku baik agar hasil yang manis juga bisa didapat oleh Indonesia.

"Wartawannya yang harus baik. Kalau wartawannya baik, nanti timnasnya baik," tutur Edy.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini