Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Penjual Kaos di Stadion Agus Salim, Jualan Laku Kalau Semen Padang Menang

Rus Akbar , Jurnalis-Selasa, 26 September 2017 |03:32 WIB
Kisah Penjual Kaos di Stadion Agus Salim, Jualan Laku Kalau Semen Padang Menang
Ajo Kaos Bola. (foto:Okezone/Rus Akbar)
A
A
A

PADANG - Arman atau lebih dikenal dengan Ajo Kaos Bola (48) duduk santai bersama dengan istrinya di bawah gantungan baju kaos yang dijualnya di komplek Stadion Agus Salim, Padang. Ajo gelisah kondisi Semen Padang yang berada posisi 14 klasemen sementara Liga 1 2017.

"Kalau Semen Padang menang bajo kaos kita laris terjual tapi kalau kalah nanti pendukung Semen Padang keluar seperti ayam tidak pernah singgah-singgah ke tempat kita," tutur Ajo kepada Okezone Senin (25/9/2017).

Ajo mengakui saat ini Semen Padang sedang posisi bawah dan itu sangat berpengaruh pada pendapatan. Kalau biasanya satu kali jualan bisa mendapatkan keuntungan Rp5 juta sampai Rp7 juta, pekan lalu ia hanya mampu mendapat penghasilan sebesar Rp700.000.

Selain posisi, Ajo menjelaskan bajunya juga akan laris kalau lawan Semen Padang mampu meraih kemenangan melawan tim sekelas Arema FC atau Persib bandung. "Semen Padang menang apalagi lawan Arema atau Persib saat masuk pendukung Semen Padang dan nanti pulang akan kembali membeli. Waktu lawan Bhayangkara minggu lalu baju kaos kita hanya terjual Rp700.000," ujarnya.

Usaha jualan baju kaos di Stadion Agus Salim ini sudah digeluti sejak tahun 1992 dan sudah menjual kaos ini hampir seluruh stadion yang ada di Sumatera kecuali Bangka Belitung. "Baju ini kita cetak di Bandung dan Jakarta sekali cetak ada sekira 300 sampai 350 helai termasuk ukuran besar dan anak-anak, harganya juga bervariasi Rp40.000 sampai Rp50.000. Saat ini kita membawa sebanyak 150 helai dan itu baju yang dipakai pemain saat ini, kalau tidak update baju kita tidak laris-laris," ujarnya.

Ajo sempat mengalami masa pahitnya saat menteri olahraga membekukan PSSI selama dua tahun, dia kehilangan pendapatan bahkan untuk beli beras saja harus meminta sama orang tua. "Saat itu kita tidak tahu lagi saya kerja serabutan untuk mencari kebutuhan hidup keluarga tapi dengan adanya liga ini sudah bisa menghidupkan ekonomi kita," terangnya.

Meski pernah merasakan pahit, Ajo juga pernah mencapai kejayaannya dimana saat liga ISL, apalagi saat itu posisi Semen Padang sangat diperhitungkan membuat baju kaosnya laku. "Kita jualan disini sekali seminggu itu kalau ada bbola kalau hari-hari biasa tidak laku kaos kita," pungkasnya.

(Fetra Hariandja)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement