Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OKEZONE STORY: Gabung Andorinha, Cristiano Ronaldo Selalu Menangis jika Timnya Alami Kekalahan

Ramdani Bur , Jurnalis-Jum'at, 16 Juni 2017 |12:04 WIB
OKEZONE STORY: Gabung Andorinha, Cristiano Ronaldo Selalu Menangis jika Timnya Alami Kekalahan
Ronaldo saat membela Andorinha. (Foto: Buku The Obsession fo Perfection)
A
A
A

PESONA Cristiano Ronaldo di dunia si kulit bulat sudah terlihat ketika dirinya menginjak usia 6 tahun. Di usia tersebut, Jose Dinis Aveiro (ayah Ronaldo) sering mengajak sang anak menonton pertandingan klub lokal, Andorinha. Kebetulan Andorinha dibela sepupu Ronaldo yakni Nuno.

Melihat sang sepupu sangat antusias dengan dunia si kulit bulat, Nuno pun mengajak Ronaldo kecil untuk bermain sepakbola. Tanpa pikir panjang, Ronaldo langsung ikut bermain dan mulai sejak itu, skill olah bolanya semakin berkembang.

Keputusan itu membutat Dinis dan Maria Dolores (ibu Ronaldo) bahagia. Sekadar diketahui, Dinis dan Dolores merupakan penggila sepakbola. Akhirnya pada musim 1994-1995, Ronaldo yang masih berusia 9 tahun terdaftar di Asosiasi Sepakbola Funchal.

Saat itu Ronaldo mengikuti jejak sepupunya dengan membela Andorinha. Klub yang mengenakan jersey bergaris biru muda ini telah berdiri sejak 6 Mei 1925. Setelah mendapat kesempatan bergabung dengan Andorinha, Ronaldo semakin getol bermain sepakbola.

Akan tetapi, menurut pengakuan Dolores, Ronaldo kecil sangat tidak suka mengalami kekalahan. Bahkan jika timnya kalah atau sedang tertinggal, Ronaldo biasanya tak kuasa menahan air mata.

“Jika rekan satu timnya tidak mengoper bola kepadanya, jika ia atau rekan setimnya gagal memasukkan bola ke gawang atau mempertahankan gawang, atau jika timnya tidak bermain sebaik harapannya, ia pasti menangis dan marah,” kata Dolores mengutip dari buku The Obsession For Perfection karangan Luca Caioli.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Klub Andorinha, Rui Santos. Ketika Andorinha tertinggal 0-2 dari Camacha, Ronaldo terlihat menangis di lapangan.

“Ronaldo sangat tertekan dan menangis sejadi-jadinya seperti bocah yang mainannya disita. Pada setengah permainan kedua ia turun ke lapangan dan mencetak dua gol, mengubah posisi timnya hingga unggul 3-2. Ia benar-benar tak suka dikalahkan. Ia selalu memenangi pertandingan dan ketika timnya kalah, ia pasti menangis,” kata Santos.

Keinginan selalu menang terus terjaga hingga kini. Ronaldo selalu berupaya membawa tim yang dibela meraih kemenangan.

Bersambung…

(Ramdani Bur)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement