“Jika rekan satu timnya tidak mengoper bola kepadanya, jika ia atau rekan setimnya gagal memasukkan bola ke gawang atau mempertahankan gawang, atau jika timnya tidak bermain sebaik harapannya, ia pasti menangis dan marah,” kata Dolores mengutip dari buku The Obsession For Perfection karangan Luca Caioli.
Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Klub Andorinha, Rui Santos. Ketika Andorinha tertinggal 0-2 dari Camacha, Ronaldo terlihat menangis di lapangan.
“Ronaldo sangat tertekan dan menangis sejadi-jadinya seperti bocah yang mainannya disita. Pada setengah permainan kedua ia turun ke lapangan dan mencetak dua gol, mengubah posisi timnya hingga unggul 3-2. Ia benar-benar tak suka dikalahkan. Ia selalu memenangi pertandingan dan ketika timnya kalah, ia pasti menangis,” kata Santos.
Keinginan selalu menang terus terjaga hingga kini. Ronaldo selalu berupaya membawa tim yang dibela meraih kemenangan.
Bersambung…
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.