DIEGO Godin sukses tampil dengan sangat baik bersama Atletico Madrid. Godin mampu mengantarkan tim yang bermarkas di Vicente Calderon itu menjadi runner-up Liga Champions pada 2013-2014 dan 2015-2016.
Meski telah menjadi palang pintu andalan di bawah asuhan pelatih Diego Simeone tersebut, sejatinya pemain berusia 31 tahun itu mengawali kariernya sebagai gelandang. Seperti dilansir dari These Football Times, Jumat (9/6/2017), Godin yang masih usia remaja harus memutuskan pekerjaan yang bisa menopang hidupnya.
Maklum saja, Godin dan kakaknya Lucia yang berusia dua tahun lebih tua darinya harus bertahan hidup tanpa kedua orang tuanya yang meninggal akibat kecelakaan. Hingga akhirnya, Godin memutuskan pekerjaan sebagai atlet menjadi tujuan kariernya.
Awalnya, Godin sempat menjajal beberapa olahraga. Sebut saja, renang, atletik, voli, basket dan lainnya. Namun, kapten Tim Nasional (Timnas) Uruguay itu memutuskan untuk menggeluti dunia sepakbola.
Meski demikian, Godin yang memiliki tekad kuat harus menemui tantangan besar di awal kariernya menjadi pesepakbola andal. Pada usia 15 tahun, Godin yang memutuskan untuk meninggalkan kampung halamannya di Rosario, bergabung bersama Defensor Sporting –klub asal Kota Montevideo, Uruguay.
Namun, nama Godin sama sekali tak diperhitungkan. Bahkan saat hampir memulai musim pada 2001, Godin harus tercoret dari daftar nama yang akan dimainkan pada musim tersebut. Mendengar hal tersebut, Godin memutuskan mengemasi barang-barangnya dan kembali ke Rosario dengan janji tidak akan kembali bermain sepakbola lagi.
Namun janji itu tak ditepatinya. Godin akhirnya kembali mencoba untuk menggapai mimpinya menjadi pesepakbola profesional. Godin bergabung dengan Club Atletico Cerro yang pamornya lebih rendah dibandingkan klubnya terdahulu –Defensor Sporting.
Kesabarannya berbuah hasil, Direktur Club Atletico Cerro, William Lemus, terkesan dengan permainannya di posisi gelandang serang. Kala itu, Godin menggunakan nomor punggung 10 dan bermain dengan sangat baik di sisi sebelah kanan.
Dengan penampilannya tersebut, Godin berhasil mendapatkan penghasilan sebesar 25 euro atau sekira Rp372.000 per harinya. Hingga akhirnya, Godin berhasil mendapatkan promosi dari pelatihnya kala itu, Gerardo Pelusso, dan berhasil bermain di divisi satu, satu level di bawah divisi teratas.
Di bawah asuhan Pelusso, Godin terlihat sangat baik ketika memainkan peran sebagai pemain bertahan. Hingga pada 2003, pemain yang mengawali karier di Eropa bersama Villarreal itu beroperasi sebagai bek tengah hingga saat ini.
Bersambung....
(Fetra Hariandja)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.