Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kalah dari Persela Lamongan, Posisi Hanafi di Persegres Digoyang

Kukuh Setiawan (Koran Sindo) , Jurnalis-Selasa, 06 Juni 2017 |17:05 WIB
Kalah dari Persela Lamongan, Posisi Hanafi di Persegres Digoyang
Persegres saat dikalahkan Persela. (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat)
A
A
A

GRESIK -- Posisi Pelatih Persegres Gresik United Hanafi mulai berada di ujung tanduk. Suporter Ultrasmania sudah mulai gerah dan terlihat tidak percaya dengan kepemimpinan pelatih asal Malang tersebut. Itu tersirat usai laga kontra Persela Lamongan di Stadion Petrokimia, Gresik, Senin 5 Juni 2017 malam WIB.

Laga yang berakhir dengan kekalahan Persegres 0-2 membuat suporter tuan rumah bertindak agresif untuk memberikan pressure pada tim kesayangannya. Selain memasuki lapangan setelah wasit meniup peluit akhir, mereka juga memberikan "serangan verbal' atau cacian kepada staf pelatih.

Sikap yang ditunjukkan supporter menjadi akumulasi tak kunjung bangkitnya tim berjuluk Laskar Jaka Samudera. Hingga pekan ke 10, Patrick Da Silva dkk baru menuai sekali kemenangan dan dua kali imbang. Mengoleksi lima angka, Persegres masih berkutat di papan bawah klasemen bersama Persiba Balikpapan.

Benarkah posisi Persegres hanya faktor ketidakberuntungan? Tidak juga. Berdasar statistik, kinerja tim racikan Hanafi memang terbukti kurang memadai. Salah satu contoh, hingga kini mereka menjadi tim keropos dengan kebobolan 19 gol. Itu angka kemasukan terbesar di Liga 1 2017 hingga pekan ke-10.

Bagaimana sikap Hanafi menghadapi tekanan itu? Eks pelatih Perseru Serui ini menyatakan siap mengundurkan diri seandainya manajemen menghendaki demikian. Sedangkan dari manajemen sendiri belum ada keputusan apa pun soal masa depannya di Stadion Petrokimia.

"Saya yang menyusun tim ini dan merasa bertanggungjawab memperbaikinya saat tim kurang bagus. Saya serahkan ke manajemen soal masa depan saya. Kalau memang manajemen menghendaki saya berhenti, tentu akan saya lakukan," begitu sikap Hanafi.

Pelatih ini merasa masih ada waktu untuk memperbaiki posisi meski harus menunggu putaran kedua untuk melakukan perubahan atau penambahan pemain. Sedangkan supporter sendiri sudah tidak sabar dan khawatir semuanya akan terlambat jika perubahan tidak secepatnya dilakukan.

Sebab sekarang saja tim-tim baru melakoni separuh putaran pertama. Jika tim masih terus kehilangan poin, maka akan semakin tertinggal oleh pesaing-pesaing di atasnya. "Selain itu belum ada jaminan bahwa putaran kedua nanti akan lebih bagus, meski menambah pemain," kata Hariono, Ultrasmania asal Manyar, Gresik.

(Ramdani Bur)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement