Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Victor Hermans, Pelatih Timnas Futsal Indonesia yang Miliki Sejarah Mentereng

Ramdani Bur , Jurnalis-Rabu, 05 April 2017 |12:05 WIB
Victor Hermans, Pelatih Timnas Futsal Indonesia yang Miliki Sejarah Mentereng
Victor Hermans miliki catatan mentereng di dunia futsal. (Foto: Arfiansyah Ruslan/Okezone)
A
A
A

FEDERASI Futsal Indonesia resmi menunjuk Victor Jacobus Herman sebagai pelatih Timnas Futsal Indonesia per 3 Februari 2017. Pelatih berpaspor Belanda itu dikontrak selama setahun dan diberi target oleh FFI dengan meloloskan Indonesia ke Piala Dunia Futsal pada 2020.

Bisa dibilang target tersebut sangat realistis bagi Vic Hermans. Bagaimana tidak, selain Indonesia memiliki talenta-talenta brilian, Vic Hermans juga berpengalaman membawa negara yang tidak memiliki tradisi di dunia futsal tampil di Piala Dunia.

Bahkan di level asia, pelatih yang berulang tahun ke-64 pada 17 Maret 2017 berhasil membawa Iran menjuarai AFC Futsal Cup pada 2001. Pada pekan lalu, Okezone berkesempatan mengadakan wawancara eksklusif dengan Vic Hermans berikut selengkapnya:

1. Coba ceritakan awal mula Anda terjun di dunia futsal, baik sebagai pemain dan pelatih?

Awalnya saya bermimpi menjadi pemain sepakbola. Saya anak kedelapan dari 12 bersaudara dan semua saudara saya merupakan pemain sepakbola. Sampai berusia 23 tahun, saya bermain di MVV Maastricht.

Namun, suatu ketika saya tak mungkin lagi mengejar karier di dunia sepakbola dan memulai karier di futsal. Puncak karier futsal saya terjadi pada 1989. Saat itu saya membawa Belanda melaju ke final sebelum akhirnya kalah beruntung dari Brasil. Namun dari segi individu, saya terpilih sebagai pemain terbaik di turnamen itu.

Saya sempat beralih ke sepakbola dengan membela Roda JC, AS Monaco bersama Glenn Hoodle serta CSKA Sofia untuk tampil di Liga Champions. Namun, pada akhirnya saya kembali ke futsal. Saya melihat futsal sebagai passion saya dan ingin mengembangkan olahraga ini.

2. Anda pernah terpilih sebagai pemain terbaik di Piala Dunia Futsal 1989, bagaimana perasaan Anda saat itu, apakah Anda pernah menyangka sebelumnya dapat meraih prestasi individu tersebut?

Saya membela Timnas futsal Belanda di usia 23 tahun dan puncaknya terjadi di Piala Dunia futsal 1989. Saya terpilih sebagai pemain terbaik di ajang itu. Butuh perjuangan untuk mencapai gelar individu tersebut.

Sembilan bulan sebelum kejuaraan, saya rutin berlatih berlari secara privat tiap pagi. Latihan itu ternyata membuat saya tampil prima dan keluar sebagai pemain terbaik.

3. Pada 2001, Anda membawa Iran menjuarai AFC Futsal Cup dengan pencapaian luar biasa. Hanya dari tujuh pertandingan, Iran mencetak 97 gol atau rata-rata 13 gol per pertandingan. Apa keunggulan Iran dari tim lainnya saat itu?

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement