BARCELONA merupakan salah satu raksasa Spanyol dan sepakbola dunia dalam beberapa dekade terakhir. Ketajaman klub asal Catalunya tersebut bahkan berhasil menyingkirkan dominasi Real Madrid dalam beberapa kesempatan.
Tak jarang, banyak pihak yang membenci Barcelona terutama mereka yang timnya kerap mendapat penyiksaan di atas lapangan. Namun, benarkan Barcelona dibenci beberapa klub sepakbola karena prestasi mereka?
Berikut ini beberapa alasan fans sepakbola membenci Barcelona menurut Sportkeeda, Rabu (25/1/2017):
Terobos Tradisi demi Kemanusiaan
Setiap klub pada umumnya menggunakan lahan di dada para pemain untuk beriklan. Bahkan tak jarang, beberapa klub meraih keuntungan besar karena ada pihak sponsor yang rela membayar dana besar untuk memajang nama mereka di kaus para pemain. Namun, hal tersebut tak dilakukan oleh Barcelona dalam beberapa tahun. Mereka sempat mengosongkan kolom sponsor sehingga membuat mereka dianggap angkuh dan antisponsor.
Namun akhirnya, Barcelona membuka kebiasaan baru dengan menempatkan nama produk ke dalam kaus mereka. Namun kali ini Barcelona tak mengambil untung, klub asal Catalunya itu bahkan menggunakan nama UNICEF sebagai bentuk dukungan kepada salah satu organisasi PBB tersebut. Meski begitu akhirnya Barcelona berbenah, mereka mulai menjadikan kolom di dada para pemain untuk kepentingan komersial. Keputusan tersebut kembali mendapat kritik karena Barcelona dianggap tidak konsisten.
Kejayaan di Balik UEFALONA
UEFA era kepemimpinan Michel Platini menjadi era pemerintahan yang membuat Barcelona selalu dikaitkan dengan Federasi Sepakbola Eropa tersebut. Bahkan tak jarang, beberapa pihak menilai Barcelona selalu mendapat perlindungan dari UEFA, terutama di ajang Liga Champions.
Jose Mourinho bahkan pernah menyebut terang-terangan bahwa Barcelona mendapat bantuan dari UEFA. Ketika itu, Mou yang tengah melatih Real Madrid menyatakan bahwa UEFA berbuat baik karena Barcelona telah menyumbang dana besar kepada UNICEF.
Anehnya, data memang menyatakan bahwa Barcelona diuntungkan dalam beberapa gelaran Liga Champions. Barcelona paling sering mendapat penalti jika dibandingkan Real Madrid atau Bayern Munich. Tak hanya itu, Barcelona juga kerap bertanding dengan lawan kurang dari 11 pemain.
Salah satu keputusan yang paling terkenal ketika pemain Arsenal, Robin van Persie, dikeluarkan dari lapangan pada 2011. Parahnya lagi, beberapa tahun sebelumnya, Arsenal juga dirugikan karena penjaga gawang mereka, Jens Lehmann, dikeluarkan dari lapangan saat bertanding kontra Barcelona. Akibatnya, Barcelona berhasil menjadi juara Liga Champions. Tak beberapa lama, sang wasit mengaku membuat keputusan yang salah.
Kumpulan Aktor
Ini merupakan salah satu cara untuk Barcelona mendapat keunggulan dari wasit. Para pemain Barcelona berusaha untuk terjatuh, meski tak melakukan kontak dengan pemain lawan. Hal ini dilakukan agar pemain lawan mendapat kartu merah atau bahkan untuk mendapat penalti.
Dalam kasus ini, semua pemain nyaris pernah terlibat kasus diving. Mulai dari Neymar, Xavi Hernandez, Dani Alves, sampai manusia super, Alexis Sanchez, yang ketika itu masih membela Barcelona. Tentu untuk tim sebesar Barcelona, tindakan ini adalah suatu hal yang patut disayangkan.
Bergelimang Harta namun Ingkar Pajak
Barcelona harus diakui merupakan salah satu klub terkaya di dunia. Melalui penjualan kaus replika seragam hingga penjualan tiket, Barcelona berhasil mendulang pundi-pundi dolar. Belum lagi, mereka mampu menarik sponsor dengan mudah karena memiliki pemain bintang.
Tetapi disayangkan, beberapa pemain mereka terkena kasus pajak. Suatu hal yang tak dialami oleh rival mereka, Real Madrid. Tentu, kelengahan Barcelona dalam mengurus pajak para pemain menjadi senjata ampuh bagi para pembenci untuk menyerang Blaugrana.
Tiki-taka Tak Terlalu Mengerikan
Pola permainan tiki-taka menjadi salah satu keunggulan Barcelona. Para fans Barcelona menyebut strategi tersebut sebagai yang terbaik dalam penemuan strategi sepakbola sepanjang sejarah.
Namun seiring tak berkembangnya tiki-taka dari musim ke musim, beberapa tim pun mulai menemukan cara untuk mematahkannya. Tim dengan karakteristik bertahan dapat memenangkan pertandingan melawan Barcelona. Selain itu, strategi Real Madrid untuk melakukan serangan balik cepat juga bisa menjadi senjata ampuh untuk menghancurkan tiki-taka.
(Yohanes H Wahyu Tomo)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.