MILAN – Inter Milan kembali tak bisa merasakan manisnya Liga Champions pada musim mendatang. Pada musim 2015-2016, mereka hanya mampu berada di posisi empat dalam klasemen akhir. Itu berarti mereka harus puas bermain di kompetisi Europa League.
Bagi Presiden Inter Milan, Erick Thohir, ada perbedaan yang mencolok antara Liga Champions dan Europa League khususnya dalam masalah finansial. Menurut pengusaha Indonesia tersebut, jika sebuah klub bermain di Liga Champions, maka para pemain bisa mendapatkan gaji yang lebih besar.
Sebaliknya, jika sebuah klub hanya mampu berkompetisi di Europa League, maka klub tersebut tak bisa terlalu banyak untuk menaikkan gaji pemain. Itu terjadi karena ada pembatasan gaji yang ditetapkan oleh UEFA.
“Ada perbedaan ekonomi antara Liga Champions dan Europa League. Jika Anda berada di Liga Champions, maka gaji bisa dinaikkan,” ujar Thohir seperti diberitakan Football Italia, Senin (30/5/2016).
“Saat ini kami menghabiskan dana 80 juta euro atau sekira Rp1,2 triliun. Saya rasa itu tidak akan jauh berbeda. Tentu saja kami bisa menaikkan batasan tersebut dan belanja banyak dan tetap membuat fans senang, tetapi kami harus menaati peraturan UEFA,” tambahnya.
(Fajar Anugrah Putra)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.