Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Soccerpedia: Asal Mula Kartu Kuning dan Merah di Sepakbola

Fetra Hariandja , Jurnalis-Kamis, 04 Februari 2016 |13:06 WIB
Soccerpedia: Asal Mula Kartu Kuning dan Merah di Sepakbola
Kartu merah dan kuning dalam sepakbola/Foto: FIFA
A
A
A

Seorang wasit pasti akan membawa kartu kuning dan merah selama memimpin pertandingan. Sebagai peggila sepakbola, Anda tentu tahu kapan kedua kartu kuning tersebut ditunjukkan seorang wasit.

Kartu kuning berfungsi sebagai peringatan yang diberikan kepada pemain setelah melakukan kesalahan atau pelanggaran serius. Kartu kuning juga diberikan kepada pemain yang melayangkan pernyataan kontroversial seperti besifat menyerang suku, ras dan agama.

Sedangkang kartu merah dikeluarkan wasit bila seorang pemain untuk kali kedua di pertandingan sama menerima kartu kuning kedua. Artinya, pemain tersebut harus meninggalkan lapangan. Wasit diperkenankan langsung mengeluarkan kartu merah untuk pemain yang dengan sengaja melakukan pelanggaran sangat berbahaya.

Lantas sejak kapan kedua kartu tersebut menjadi bagian tidak terpisahkan dalam pertandingan sepakbola? Apakah sejak Piala Dunia pertama kali yakni 1930 atau pada era modern?

Kartu kuning dan merah dalam sepakbola dikembangkan oleh wasit asal Inggris, Ken Aston bersamaan berlangsungnya Piala Dunia 1966. Ide Aston kemudian disempurnakan dan dilakukan uji coba pada Olimpiade 1968 dan Piala Dunia 1970 di Meksiko.

Akhirnya, pada 1982, sistem kartu menjadi wajib di setiap pertandingan sepakbola. Sejak diberlakukan, banyak kontroversi dalam implementasinya di lapangan. Unsur subjektivitas wasit terkadang lebih mendominasi.

(Fetra Hariandja)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement