BANDUNG – Tidak mendapat banyak kesempatan bermain bersama Persib Bandung, kiper Shahar Ginanjar justru tampil luar biasa bersama Mitra Kukar. Ia mampu membawa Tim Naga Mekes melaju ke final Piala Jenderal Sudirman.
Bergabung ke skuad Persib sejak 2012, Shahar harus bersabar hanya jadi kiper pelapis dibawah bayang-bayang I Made Wirawan. Bahkan posisinya bergeser jadi kiper ketiga saat kiper muda M Natsir diboyong dari Arema Cronus untuk mengarungi ISL 2014.
Tapi di tengah persiapan Persib jelang Piala Jenderal Sudirman, Shahar memilih hengkang dan bergabung dengan Mitra Kukar. Kurangnya kesempatan bermain jadi alasan Shahar pergi meski masih mencintai Persib yang merupakan klub idolanya sejak kecil.
Di Mitra Kukar, Shahar menjelma jadi kiper utama. Ia jadi sosok penting atas kesuksesan Mitra Kukar. Bahkan ia jadi pemain kunci dalam drama adu penalti pada babak semifinal melawan Arema Cronus. Ia menggagalkan tendangan Hendro Siswanto dan Christian Gonzales.
Performa apik Shahar pun mendapat pujian dari pelatih kiper Persib Bandung Anwar Sanusi. Bagi Away, sapaan akrabnya, apa yang ditampilkan Shahar bersama tim barunya tidak mengejutkan. "Kalau dia (Shahar) bermain bagus, saya tidak kaget," ujar Away di Bandung, Rabu (20/1/2016).
Away sendiri sangat hapal bagaimana kualitas Shahar. Pemain asal Purwakarta itu menurutnya punya kapasitas mumpuni sebagai kiper. Ia punya refleks bagus, penempatan posisi yang apik, postur tubuh ideal, hingga kemampuan membaca permainan dengan baik.
"Di kita (Persib) memang kesempatan dia untuk bermain memang kurang. Tapi ketika dia pindah ke tim yang memberikan kesempatan bermainnya besar, dia sudah siap dari segi mental, tekniknya juga sudah teruji," tuturnya.
Soal alasan jarangnya Shahar diberi kesempatan bermain saat di Persib, itu tidak terlepas dari sulitnya menggonta-ganti posisi kiper. Itu berbeda dengan pemain di posisi lain yang relatif lebih mudah dibongkar-pasang.
"Kita akan sulit merotasi untuk kiper, kecuali memang ada hal-hal yang memungkinkan (kiper pelapis) untuk bermain. Misalnya kiper (utama) cedera atau kena akumulasi kartu kuning. Semua tim rata-rata sama seperti itu (sulit mengganti kiper utama)," jelas Away.
Meski jarang bermain, menurutnya Shahar selama di Persib bisa menjawab kepercayaan pelatih ketika turun menggantikan posisi kiper utama. "Di sini ketika dia diberi kepercayaan main, penampilannya cukup bagus," pujinya.
Away pun mendoakan agar penampilan Shahar bersama Mitra Kukar terus berkembang. Sehingga karir eks asuhannya itu bisa semakin cemerlang. Dan ketika disinggung soal kemungkinan kembali membawa pulang Shahar ke Persib, ia ogah berspekulasi. Sebab keputusan itu ada pada Shahar serta pelatih dan manajemen Persib.
(Rully Fauzi)