Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Faktor-Faktor Non-Teknis Penentu Laga

Kukuh Setiawan , Jurnalis-Sabtu, 16 Januari 2016 |18:14 WIB
Faktor-Faktor Non-Teknis Penentu Laga
Ilustrasi
A
A
A

SELAIN mempersiapkan faktor teknis jelang laga leg kedua semifinal Piala Jenderal Sudirman (PJS) 2015, faktor non-teknis juga bisa menentukan hasil laga. Baik Arema maupun MItra Kukar bisa saja diuntungkan oleh faktor-faktor di luar aspek teknis.

Pertemuan kedua di Stadion Kanjuruhan, Minggu 17 Januaro 2016, masih sulit diprediksi. Walau Arema Cronus sebagai tuan rumah memiliki kans besar untuk membalikkan situasi, namun Mitra Kukar bukanlah tim yang mudah ditundukkan, terlebih Mitra Kukar akan bertandang ke Malang dengan bekal kemenangan 2-1 di leg pertama.

Di bawah ini adalah faktor-faktor non-teknis yang bisa sangat memengaruhi hasil pertandingan, terutama siapa yang akan lolos ke partai final. Faktor yang kemungkinan di luar dugaan dan mengubah prediksi dari kacamata teknis.

Wasit

Di beberapa laga PJS 2015, keputusan sang pengadil alias wasit menjadi salah satu sorotan. Sejak babak penyisihan, banyak keputusan wasit yang dinilai kontroversial oleh berbagai pihak. Di sini bukan soal siapa yang diuntungkan, tapi lebih pada seringnya kesalahan dalam membuat keputusan. Memang kesalahan wasit sangat manusiawi, namun di laga krusial seperti Arema Cronus versus Mitra Kukar, wasit dan hakim garis harus meminimalisir kesalahan tersebut. Tanpa bermaksud menyinggung keberpihakan, yang jelas kesalahan yang berawal ketidakjelian bisa sangat merugikan tim yang bertarung.

Aremania

Kehadiran puluhan ribu Aremania, supporter Arema Cronus, di Kanjuruhan akan menjadi dukungan luar biasa bagi tim berjuluk Singo Edan. Tapi keberadaan Aremania bisa malah menuntungkan Mitra Kukar. Kok bisa? Sangat mungkin terjadi, karena ekspektasi yang demikian tinggi dari supporter bisa menjadi beban dan tekanan bagi skuad Arema sendiri. Apalagi Arema dalam situasi genting karena dituntut menang di laga ini. Jika tidak bisa menerjemahkan dukungan Arema sebagai sebuah motivator, maka akan menjadi bumerang bagi Singo Edan.

Kondisi Lapangan

Saat bertanding di Aji Imbut, Arema Cronus mengeluhkan kondisi lapangan yang keras dan bergelombang. Kondisi yang jauh berbeda kini tersaji di Stadion Kanjuruhan karena permukaan lapangan dan jenis rumput berbeda alias jauh lebih mulus dibanding milik Mitra Kukar. Akankah berpengaruh pada jalannya laga? Tentu saja. Tapi juga belum tentu menguntungkan Arema semata, karena Mitra Kukar juga berpotensi mengalami progres dengan lapangan yang lebih baik. Yang jelas kedua tim bakal lebih tenang karena tak terganggu kondisi lapangan. Mitra yang terbiasa bermain di lapangan bergelombang, bukan tak mungkin justru lebih menikmati bertanding di Kanjuruhan.

Mental

Arema Cronus mengalami penurunan grafik jika bicara di dua pertandingan terakhir PJS 2015. Sudah dua kali tim kebanggaan Aremania tidak mampu memenangi laga dalam 90 menit, yakni ketika ditahan 2-2 oleh Pusamania Borneo FC di perempatfinal, serta kalah 1-2 dari Mitra Kukar di leg pertama semifinal. Statistik ini agak seret jika melihat bagaimana kedigdayaan mereka sepanjang fase penyisihan. Statistik tersebut bisa saja berpengaruh pada mental pemain. Jika mental juara masih tersisa di tubuh Arema, maka mereka tentu akan bisa memperbaiki statistik tersebut. Masalahnya, Singo Edan selama ini sedikit kesulitan ketika menghadapi partai penentuan alias wajib menang.

(Reza Wahyu Saputra)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement