SELAIN mempersiapkan faktor teknis jelang laga leg kedua semifinal Piala Jenderal Sudirman (PJS) 2015, faktor non-teknis juga bisa menentukan hasil laga. Baik Arema maupun MItra Kukar bisa saja diuntungkan oleh faktor-faktor di luar aspek teknis.
Pertemuan kedua di Stadion Kanjuruhan, Minggu 17 Januaro 2016, masih sulit diprediksi. Walau Arema Cronus sebagai tuan rumah memiliki kans besar untuk membalikkan situasi, namun Mitra Kukar bukanlah tim yang mudah ditundukkan, terlebih Mitra Kukar akan bertandang ke Malang dengan bekal kemenangan 2-1 di leg pertama.
Di bawah ini adalah faktor-faktor non-teknis yang bisa sangat memengaruhi hasil pertandingan, terutama siapa yang akan lolos ke partai final. Faktor yang kemungkinan di luar dugaan dan mengubah prediksi dari kacamata teknis.
Wasit
Di beberapa laga PJS 2015, keputusan sang pengadil alias wasit menjadi salah satu sorotan. Sejak babak penyisihan, banyak keputusan wasit yang dinilai kontroversial oleh berbagai pihak. Di sini bukan soal siapa yang diuntungkan, tapi lebih pada seringnya kesalahan dalam membuat keputusan. Memang kesalahan wasit sangat manusiawi, namun di laga krusial seperti Arema Cronus versus Mitra Kukar, wasit dan hakim garis harus meminimalisir kesalahan tersebut. Tanpa bermaksud menyinggung keberpihakan, yang jelas kesalahan yang berawal ketidakjelian bisa sangat merugikan tim yang bertarung.