MALANG – Manajemen emosi menjadi perhatian serius Arema Cronus menghadapi leg kedua semifinal Piala Jenderal Sudirman (PJS) 2015. Di Stadion Kanjuruhan, Minggu 17 Januari 2016 nanti, Arema tidak ingin terprovokasi dengan segala model permainan Mitra Kukar.
Pada leg pertama yang dimenangkan Mitra Kukar 2-1, pemain Arema kerapkali harus bersitegang dengan pemain lawan. Itu karena pemain Mitra memperagakan permainan keras, terlihat dari aksi Michael Orah maupun striker Patrick Dos Santos.
Skuad Arema macam Dendi Santoso, Kiko Insa, hingga Juan Revi sempat terpancing emosi. Situasi seperti itu tak diinginkan kubu tim berjuluk Singo Edan karena khawatir pemain kehilangan fokus karena provokasi lawan. Sedangkan Arema sangat membutuhkan performa sempurna untuk menang.
"Permainan keras kadang memang menjadi bagian dari strategi untuk merusak konsentrasi lawan. Arema punya karakter keras, tapi jangan sampai di Kanjuruhan nanti pemain hilang fokus hanya karena ingin bermain keras untuk membalas permainan Mitra Kukar di leg pertama," ujar Pelatih Arema Cronus Joko Susilo.
Dia meminta emosi timnya stabil selama pertandingan walau tidak takut bermain keras dan berani menghadapi benturan fisik. Joko mengakui pada leg pertama lalu terlihat pemain Naga Mekes ada yang berupaya menggoyahkan fokus Arema dengan permainan sedikit 'nakal'.
Singo Edan yang dalam kondisi ingin menang, rawan dimanfaatkan oleh kubu Mitra dari aspek emosional. Joko pun menyarankan para pemainnya tak temperamental kendati karakter keras sudah mengalir dalam darah tim kebanggaan Aremania.
Gelandang bertahan Arema Juan Revi juga merasa bahwa Mitra Kukar memanfaatkan faktor emosi pemain Arema Cronus di leg pertama lalu. Dia menyatakan tidak akan takut meladeni permainan keras seperti yang telah diperontonkan lawannya.
"Permainan keras bukan masalah bagi Arema. Kami bahkan siap bermain lebih keras dari yang pernah dilakukan Mitra Kukar di leg pertama. Tapi tentu saja permainan bagus dan kemenangan menjadi hal utama yang harus diwujudkan," tutur Juan Revi.
Arema sendiri rencananya bakal mendapat dukungan penuh Aremania yang akan memadati Stadion Kanjuruhan. Kapasitas stadion yang mencapai 40 ribu diprediksi akan penuh sesak karena ini laga terakhir PJS di Stadion Kanjuruhan.
(Rully Fauzi)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.