Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Salam Perpisahan Djanur untuk Persib dan Bobotoh

Oris Riswan , Jurnalis-Sabtu, 16 Januari 2016 |03:20 WIB
Salam Perpisahan Djanur untuk Persib dan Bobotoh
Djajang Nurjaman (Foto: Akun Twitter resmi Persib)
A
A
A

BANDUNG – Pelatih Djadjang 'Djanur' Nurdjaman akan segera meninggalkan Persib Bandung untuk berguru ilmu kepelatihan di klub Inter Milan. Djanur pun menumpahkan segala kesan dan pesannya yang dimuat situs resmi Persib pada Jumat (8/1/2016) malam.

Bagi Djanur, menuntut ilmu sepakbola ke Italia adalah hal baru. Ia tinggal datang ke markas Inter Milan untuk memperdalam ilmu sepakbola moderen dengan perpaduan perkembangan teknologi. Ia akan berada di sana selama setahun dengan seluruh biaya ditanggung oleh Persib.

Djanur mengaku mendapat tawaran berguru ke Italia usai membawa Persib juara Indonesia Super League (ISL) 2014. Tapi hal itu baru kembali mencuat sesaat jelang bergulirnya Piala Jenderal Sudirman.

"Tentunya senang sekali, saya kali ini menjadi orang yang sangat beruntung lagi. Karena tidak banyak atau kecil sekali kemungkinan ada klub memberangkatkan seorang pelatih untuk belajar ilmu kepelatihan sepakbola sampai dikirim ke luar negeri. Sedangkan saya di Persib mendapatkan kesempatan itu. Apalagi, Persib menanggung semua biayanya. Tentu ini merupakan pengalaman, kesempatan, dan kebahagiaan yang luar biasa," kata Djanur.

Di Italia, ia memiliki gambaran akan belajar tentang metodologi Akademi Inter Milan dengan spesifikasi khusus untuk tim U-16 hingga U-19. Selain itu, ada berbagai kegiatan lain mulai dari melihat sesi latihan dan pertandingan Serie B dan Serie A, hingga kunjungan ke pusat pelatihan Inter Milan.

"Program ini tentu membuat saya penasaran. Saya ingin mengetahui, seperti apa penanganan usia dini di negara maju. Ini kali pertama buat saya menangani usia dini, tetapi saat di Pelita Jaya saya pegang U-21. Tentu ingin tahu juga seperti apa mereka membina usia dini. Ini akan menjadi perbandingan dengan di Indonesia," ungkapnya.

Ia sendiri tidak menutup kemungkinan mengikuti kursus kepelatihan UEFA jika memungkinkan. "Tapi itu kan masih rencana. Saya akan mencoba mencari di sana (Eropa), apakah di Swiss atau tempat lain yang menggunakan bahasa Inggris," jelas Djanur.

Ia mengakui, pamor sepakbola Italia memang kalah pamor daripada di Inggris. Tapi sepakbola Italia menurutnya sudah berubah dan tidak lagi mengandalkan pertahanan yang kuat atau catenaccio.

Bagi Djanur pemain binaan Inter Milan, menurutnya memang jebolannya belum sehebat Akademi Manchester United ataupun Barcelona. Tapi ia berharap ada ilmu yang bisa dipetik dari sana dan bisa diterapkan di Indonesia.

Bagi Djanur, meninggalkan Persib bukan hal mudah. Apalagi ia baru akan memulai obsesi lamanya yaitu mengorbitkan para pemain muda asal Bandung atau Jawa Barat di skuad 'Maung Bandung'.

Ia pun menyimpan harapan agar pelatih penggantinya bisa meneruskan obsesi tersebut. Para pemain muda diberi kesempatan bermain. Apalagi para pemain muda di Jawa Barat banyak yang berkualitas.

"Itu mungkin pesan atau harapan saya buat pelatih yang akan menggantikan posisi saya nanti. Jadi saya berharap, yang menggantikan saya dapat meneruskan harapan ini, sehingga pemain muda ini dapat menjadi sukses," tuturnya.

"Karena saya melihat dari talentanya sangat memadai. Saya memang belum mengetahui siapa yang akan menggantikan nanti, tapi saya berharap, impian untuk pemain muda ini tetap terjaga dan dilakukan," ucap Djanur.

Soal kepergiannya dari Persib, ia memilih berpikir positif. Baginya, apa yang diberikan saat ini dianggap sebagai hadiah atas prestasi yang sudah dipersembahkan.

"Saya berpikirnya seperti itu. Saya tidak punya pikiran negatif, tapi saya melihat ini adalah positif. Karena saya melihat ini adalah kesempatan luar biasa. Apalagi jika melihat kondisi sepakbola Indonesia saat ini. Saya melihat, mumpung lagi seperti ini. Jadi ini adalah kesempatan emas buat saya," paparnya.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada semua pemain yang sudah bekerja keras ikut membawa Persib berprestasi sejak ditanganinya. Tim pelatih, manajemen, official, dan tentu saja Bobotoh juga diapresiasi oleh Djanur. Sebab kesuksesan yang diraih adalah berkat kerjasama kolektif semua pihak.

"Dan untuk pemain senior, katakan ada Atep atau Tantan, bimbing pemain muda yang baru masuk. Jangan sampai mereka tidak nyaman, namun buat mereka dapat mengeksplor kemampuannya. Saya berharap ke depan kembali ke Indonesia dan ke Persib. Saya juga ingin mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk Persib kedepannya," tandasnya.

(Fajar Anugrah Putra)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement