4. Eusebio - Purtugal
Eusebio merupakan nama terbesar dalam sejarah sepakbola Portugal. Kecepatannya, penguasaan bola, dan sentuhan akhir mematikan membuatnya diklaim sebagai pencetak gol paling produktif dalam sejarah. Ia memimpin Benfica dalam melalui masa emas.
Bersama Benfica, Eusebio memenangkan 11 Liga Portugal, lima Piala Portugal, dan dua kali Piala Eropa. Pada akhir kariernya, ia mencetak 727 gol dalam 715 pertandingan, meski beberapa ahli statistik mengklaim gol yang tercipta sebanyak 1.137.
Legenda kelahiran 25 Januari 1942 ini memimpin Timnas Portugal ke semifinal Piala Dunia 1966. Untuk Portugal, dia bermain dalam pertandingan dan mencetak 41 gol.
5. Gerd Muller - Jerman
Gerd Muller adalah tokoh penting bagi keberhasilan Bayern Munich dan Timnas Jerman. Bersama Franz Beckenbauer, Muller menjadi pencetak gol produktif dan menjadi yang terbaik di dunia.
Di level klub, dia memenangkan empat gelar Bundesliga, empat Piala Jerman, Piala Winners, dan tiga Piala Eropa berturut-turut. Dia mencetak 582 gol dalam 669 pertandingan sepanjang karier klubnya. Bahkan, Muller lebih produktif dengan Timnas Jerman.
Sepanjang mengenakan Der Panzer, ia menyumbangkan 68 gol dalam 62 penampilan. Muller termasuk tokoh sukses bagi Jerman pada Piala Eropa 1972 dan Piala Dunia 1974.
Ia dianugerahi Ballon d'Or 1970. Pada 2000, Muller dianugerahi sebagai pencetak gol terbaik sepanjang masa.
6. Ronaldo - Brasil
Pada periode 1990-2000, Ronaldo menjadi salah satu striker paling menakutkan di dunia. Nalurinya dalam membobol gawang lawan membuat gentar barisan pertahan dan kiper.
Selama kariernya, Ronaldo memenangkan Piala Brasil, Piala Belanda, Piala Winners Cup, Piala Spanyol, Piala UEFA, dan dua gelar La Liga.
Pestasi emas tidak hanya dibukukan pada level klub. Pemilik nama lengkap Ronaldo Luís Nazário de Lima ini juga membantu Timnas Brasil meraih mahkota Piala DUnia 1994 dan 2002. Sayangnya, kurang primanya fisik Ronaldo dinilai sebagai penghambat Brasil memastikan gelar Piala Dunia 1998.
Bomber yang pernah memperkuat PSV, Barcelona, Inter Milan, Real Madrid, dan AC Milan ini dua kali dinobatkan sebagai pemain terbaik Eropa dan tiga kali pemain terbaik dunia. Dia juga pemegang rekor terbanyak mencetak gol dalam kompetisi Piala Dunia, yakni 15 pada 2006.
7. Fernando Peyroteo - Portugal
Tidak ada pemain lain dalam sejarah mampu menandingi rekor gol Peyroteo untuk rasio permainan.
Saat membela Sporting, Peyroteo mencetak 331 gol dalam 187 pertandingan. Rekornya 1,68 gol per pertandingan tidak tertandingi di dunia sepakbola. Dia bahkan pernah mencetak sembilan kali dalam satu pertandingan.
Legenda dengan nama lengkap Fernando Baptista de Seixas Peyroteo de Vasconcelos ini juga pernah membukukan delapan gol di pertandingan lain.
Pada tiga kesempatan, ia menjaringkan enam gola dalam tiga pertandingan, lima gol dalam 12 laga dan empat gol dalam 17 pertandingan.