Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ironi sang Peraih Golden Glove Piala Dunia

Arief Hadi Purwono , Jurnalis-Senin, 06 Juli 2015 |16:50 WIB
Ironi sang Peraih <i>Golden Glove</i> Piala Dunia
Kiprah Hope Solo di lapangan berbanding terbalik dengan kehidupan pribadinya (Foto: Michael Chow/Reuters)
A
A
A

BRITISH COLUMBIA – Timnas putri Amerika Serikat menjadi juara dunia usai menekuk Jepang dengan skor 5-2 di Stadion BC Place, dan kiper mereka, Hope Solo mendapati gelar ganda karena meraih penghargaan golden glove (sarung tangan emas) untuk kiper terbaik sepanjang turnamen.

Hujan pujian membanjiri twitter wanita cantik berusia 33 tahun itu, namun sayangnya tak semua memberinya pujian. Ironinya, banyak yang menilai kiprah Solo di lapangan, berbeda dengan kehidupan sehari-harinya yang kontroversial.

Di Amerika Serikat, Solo tengah bermasalah dengan kekerasan fisik yang melibatkan adik dan keponakan laki-lakinya. Beberapa pekan lalu Solo diklaim adiknya berulang kali membenturkan kepala keponakan laki-lakinya ke beton, dan Solo juga dituduh memukul wajah adiknya.

Perilaku tersebut jelas tidak mencerminkan penampilan gemilang Solo saat bertanding, dan menimbulkan pertanyaan apakah pantas dirinya menjadi panutan. Berikut beberapa twit yang ditujukan kepada kiper tim Seattle Reign itu.

@drewtsnyder saya ragu keluarga Solo berharap apapun kecuali kemenangan, mereka terbiasa melihatnya memukuli orang-orang

@HOFSportsTalk selamat kepada Hope Solo karena memenangkan Golden Glove!

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement