BARCELONA – Barcelona memang menahbiskan diri sebagai satu-satunya klub dunia yang menyandang dua status treble winners. Namun tetap ada hal yang menarik untuk disorot dari keberhasilan tersebut, yakni pudarnya identitas klub asal Katalan tersebut.
Guru sepak bola sekaligus mantan pelatih Barcelona, Johan Cruyff terang-terangan mengkritik perubahan tersebut. Presiden Barcelona saat ini, Josep Maria Bartomeu dituding mementingkan uang ketimbang prinsip klub yang telah lama menjadi identitas.
Yakni regenerasi skuad dengan banyaknya pemain alumnus La Masia atau akademi Barcelona yang menghuni skuad utama. Hal itu terlihat dengan kedatangan Ivan Rakitic, Luis Suarez, Jeremy Mathieu, Thomas Vermaelen, Claudio Bravo dan Andre Marc Ter Stegen di musim panas lalu.
Cruyff sedianya mendukung Joan Laporta untuk kembali menduduki kursi Presiden Barcelona, dan mengembalikan identitas klub. Pria asal Belanda yang memotori permainan tiki-taka itu pun mencurahkan kekecewaannya kepada Barcelona saat ini di media ternama Spanyol, Marca (2/7/2015).
“Dari segi olahraga tahun ini sangatlah luar biasa, dengan permainan sepakbola menghibur dan titel yang diraih. Segalanya sempurna. Tapi itu bukan keseluruhan cerita, ada juga nilai-nilai yang telah menghilang, seperti La Masia,”
“Barca menjadi juara dunia namun dibicarakan mengenai permasalah legalitas, dan hal itu tak boleh terjadi. Kami harus serius menanggapinya,”
“Ketika Barcelona bermain buruk, ada dua keputusan yang dibuat dengan membuat keputusan dengan dampak besar dengan cara mereka bermain dan berpikir, dan mereka pemain yang didatangkan (Frank) Rijkaard dan (Josep) Guardiola. Kedua menghabiskan delapan tahun memimpin tim utama, mengembangkan proyek yang mengaitkan La Masia dan tahun ini hal tersebut tak lagi dilakukan,”
“Nilai hal yang fundamental, tak hanya pemilihan namun juga hidup. Dan Barcelona telah kehilangan hal tersebut,”
“Semuanya senang dengan cara bermain Barcelona, tapi cuma ada sedikit pemain dari La Masia. Dari satu sisi menunjukkan betapa baiknya tim utama bermain, dan sisi lainya betapa baiknya klub bekerja. Ini dua hal yang sangat berbeda. Tim pertama yang memenangkan segalanya, dan sebaliknya tim kedua (Barcelona B), degradasi. Itulah masalahnya,”
(Fetra Hariandja)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.