Musawir mengajak keluarganya terdiri dari ibu, adik, kakak serta keponakannya masuk ke mobil sedan Civic. Jumlahnya 14 orang, berdesakan dalam mobil. Mereka langsung tancap gas ke arah kota.
Di tengah perjalanan, mobil kesulitan melaju karena banyak orang berlarian di jalan. Tak mau ambil risiko, adik lelaki Musawir langsung keluar dari mobil, memilih lari menyelamatkan diri.
Dalam situasi genting Musawir nekat memacu lagi mobilnya, menerabas apa saja di depannya. 14 orang dalam mobil jadi tanggungjawabnya.
“Kami kejar-kejaran dengan air, di belakang kami air sudah menerjang apa saja. Jadi tidak ada yang perlu dipikirkan,” ujarnya.
Laju mobil terhenti di Lapangan Blang Padang. Lidah tsunami sudah sampai ke sana. Mereka bergegas keluar, naik ke atas mobil. Sial, kakaknya saat itu justru terjebak di dalam. “Kakinya patah terjepit, sampai sekarang masih pincang,” tutur Musawir.