Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Kaleidoskop Serie A 2013

Konsistensi Nyonya Tua & Kejutan Serigala Roma

A. Firdaus , Jurnalis-Sabtu, 28 Desember 2013 |09:23 WIB
Konsistensi Nyonya Tua & Kejutan Serigala Roma
Perayaan Scudetto Juventus (Foto: Reuters)
A
A
A

Keindahan Serie A edisi 2012-2013 masih diwarnai oleh klub-klub papan atas. Napoli menjadi pesaing serius Juventus untuk mempertahankan scudetto-nya. Sayang di akhir kompetisi permainan I Partenopei melemah, alih-alih mengejar Juve, pasukan Walter Mazzarri ini justru harus bersaing dengan AC Milan dan Fiorentina mendapatkan tiket terakhir Liga Champions.
 
Sementara Juventus sendiri terus memuncaki klasemen yang mereka raih sejak giornata kedua. Konsistensi permainan Nyonya Tua membuahkan hasil kala memasuki laga ke-36. Juve memastikan diri merebut scudetto-nya yang ke-29 (versi FIGC), setelah mengalahkan Palermo dengan skor 1-0. Bianconeri mengakhiri musim 2012-2013 dengan mengumpulkan 87 poin dari 38 giornata, atau unggul Sembilan poin dari peringkat dua, Napoli.
 
Meski Juve telah menggondol Scudetto pada empat laga sisa, namun Serie A masih menarik untuk disimak. Pelaku utamanya adalah tim-tim yang bersaing untuk berlaga di Liga Champions dan tentunya mereka yang terancam degradasi.
 
Di pertarungan Liga Champions, ada tiga klub yang tengah bersaing untuk bisa tampil di kompetisi paling elite di benua biru musim depan. Napoli berada di posisi terdepan, mengungguli AC Milan dan Fiorentina.
 
Sayang kali ini Fiorentina harus gigit jari lantaran Napoli dan Milan yang meraih tiket sisa Liga Champions. Apes bagi La Viola, karena pasukan Vincenzo Montella ini akhirnya harus puas menempati posisi keempat dan hanya meraih tiket Europa League. Selain Fiorentina, Lazio berhak mewakili Italia untuk bisa berpetualang di kasta kedua di Eropa ini.
 
Satu hal lain yang membuat persaingan Serie A terlihat sengit ialah persaingan keluar dari zona degragasi. Pescara menjadi klub pertama yang memastikan diri terdegradasi ke Serie B. Sementara dua tim lain menyusul Pescara di akhir-akhir kompetisi.
 
Siena dan Palermo menjadi dua tim yang mengikuti jejak Pescara untuk bermain di kasta kedua kompetisi di Italia. Mereka kalah bersaing dengan Genoa, Torino, dan Sampdoria yang lebih beruntung dan melanjutkan peraduannya di Serie A.
 
Kembalinya ‘Si Bengal’
Persaingan klub tak hanya terhampar di papan klasemen. Pasar transfer pemain atau di Italia sering disebut Mercato, merupakan arena menarik yang dilakukan klub-klub Serie A. Uniknya, meski diselimuti krisis keuangan, namun tak membuat klub patah arang untuk mendatangkan para pemain berkualitas. Terbukti pada jendela transfer yang dibuka lapaknya pada Januari 2013, tak jarang klub dengan minim budget, bisa mendapatkan pemain dengan skill mumpuni.
 
Salah satu contohnya adalah AC Milan yang mendapatkan Mario Balotelli dari Manchester City. Tanggal 29 Januari menjadi hari penting bagi pemain yang sering dijuluki ‘Si Bengal’ ini. Dia resmi diboyong Rossoneri dengan banderol 20 juta Euro.
 
Selain itu pada jendela transfer musim panas lalu, Milan kembali mendatangkan pemain yang pernah menjadi idola para Milanisti. Riccardo Izecson dos Santos Leite atau lebih familiar dengan nama Kaka ini akhirnya ‘pulang kampung’ ke klub idamannya, setelah empat musim mengadu nasib bersama Real Madrid. Cerdiknya, Milan mendapatkan putra Brasil ini dengan gratis untuk dua musim ke depan.
 
Beda Milan, beda pula Juventus. Raksasa Turin ini juga mendapatkan striker gratis dari Athletic Bilbao pada Januari silam. Juve memastikan mendapatkan Fernando Llorente dengan cuma-cuma pada jendela transfer musim dingin, meski si Nyonya Tua baru bisa memasangnya pada Agusutus lalu.
 
Selain itu pada Juni lalu, Carlos Tevez berhasil diboyong Nyonya Tua dari Manchester City dengan banderol 12 juta euro plus bonus. Kehadiran pemain berjuluk ‘Fuerte Apache’ sempat diragukan, karena manajemen Juve mempersembahkan nomor keramat 10, yang terakhir dipakai oleh mantan kapten Bianconeri, Alessandro Del Piero.
 
Kejutan di meja transfer juga dihadirkan oleh Napoli. Ya klub yang tengah bangkit ini terus membangun skuad mereka, melalui inisiatif tinggi dari seorang Aurelio De Laurentiis. Pria yang berprofesi sebagai sutradara film ini berhasil membawa para pemain tenar ke San Paolo.
 
Gonzalo Higuain, Raul Albiol, serta Jose Callejon merupakan serentetan pemain ‘buangan’ dari Real Madrid, yang coba dimanfaatkan De Laurentiis. Tak hanya pemain, Napoli juga mengganti pelatihnya dari Walter Mazzarri ke Rafael Benitez. Meski tak berdampak besar, namun di sepanjang tahun ini, I Partenopei tercatat sebagai klub paling ‘rakus’ untuk urusan cetak gol. Tercatat, hingga tutup tahun, baik Napoli era Mazzarri maupun Benitez, telah mencetak 76 gol, atau unggul dari Juve yang hanya 71 gol saja.
 
Ramai-Ramai Pecat Pelatih
Transisi yang dilakukan Napoli dari Mazzarri ke Benitez sebenarnya juga dilakukan oleh klub-klub papan tengah Serie A. Bedanya, mereka lebih melihat hasil melempem dari allenatore selama membela klub, bukan karena ingin membangun tim lebih baik lagi.
 
Sepanjang tahun 2013 ini Serie A telah memakan korban delapan pelatih. Diawali dengan pemecatan Luigi Di Canio di Genoa, AS Roma juga ikut memecat pelatih penuh kontroversi, Zdenek Zeman pada Februari silam.
 
Terheboh justru dilakukan oleh Palermo. Bagaimana tidak, baru memecat Giampiero Gasperini pada 4 Februari, Palermo kemudian memecat suksesornya, Alberto Malesani cuma dalam kurun waktu 20 hari. Anehnya lagi, manajamen Rosanero kembali memanggil Gasperini, yang kemudian dipecat untuk kali kedua dan digantikan Giuseppe Sannino.
 
Upaya memecat pelatih memang sudah jadi budaya di klub yang bermarkas di Estadio Renzo Barbero. Apesnya, upaya klub pimpinan Maurizio Zamparini ini tidak berbuah manis. Klub yang
berada di Sisilia itu terpaksa harus turun kasta ke Serie B pada akhir musim 2012-2013.
 
Kejutan Giallorossi
Mengawali musim kompetisi Serie A 2013-2014, para tifosi sepakbola Italia dikejutkan dengan pencapaian AS Roma. Menunjuk Rudi Garcia menggantikan posisi caretaker Aurelio Andreazzoli, Raksasa Ibu kota Italia itu menjelma menjadi Serigala yang menakutkan.
 
Tepat pada Kamis 31 Oktober dini hari WIB, kemenangan tipis 1-0 atas Chievo membuat Serigala Roma mematahkan rekor milik Juventus. Francesco Totti Cs berhasil menang 10 kali beruntun di awal musim Serie A.
 
Sayang usai membuat rekor, penampilan Roma menurun. Empat kali bermain imbang membuat mereka menyerahkan Capolista ke tangan Juve, yang terus mendulang kemenangan. Alhasil si Nyonya Tua pun menguasai singgasana Capolista, setidaknya hingga tutup tahun 2013 dengan unggul lima poin dari Roma.

(A. Firdaus)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement