BILA membicarakan kompetisi La Liga, sudah pasti mengerucut pada dua raksasa Spanyol, Barcelona dan Real Madrid. Akan tetapi, pada 2013 kegagahan mereka mulai terusik oleh Atletico Madrid.
Musim 2012-2013, Masih Soal Barcelona dan Real Madrid
Dominasi Barca dan Madrid sudah berlangsung dalam beberapa musim terakhir La Liga. Hanya dua tim itu juga yang menjadi daya tarik kompetisi tersebut, terlebih dengan pertarungan keduanya dalam laga bertajuk El Clasico.
Musim 2012-2013, Barcelona dan Madrid langsung bersaing sejak awal bergulirnya musim kompetisi. El Clasico perdana di tahun 2013, terjadi pada 31 Januari dalam leg pertama babak semifinal Copa Del Rey dengan hasil imbang 1-1.
Hingga akhirnya, Madrid mampu berjaya di Camp Nou dalam leg kedua semifinal Copa Del Rey, 26 Februari. Skuad Tito Vilanova harus tersungkur dengan skor 3-1 dan membuat Los Blancos melaju ke babak final, sayang mereka gagal meraih gelar juara karena takluk oleh Atletico Madrid.
Di saat persaingan keduanya berlanjut di kompetisi domestik, salah satu keputusan pelatih Jose Mourinho di Madrid menarik perhatian. Januari 2013 menjadi titik balik bagi karier kiper utama Madrid, Iker Casillas.
Mourinho mulai membangku cadangkan Casillas. Di saat kiper Timnas Spanyol itu bersaing dengan Antonio Adan untuk masuk skuad utama, hal buruk menimpa Casillas dengan patahnya tulang jari akibat tertendang Alvaro Arbeloa dalam laga kontra Valencia, 23 Februari.
Mourinho pun mendatangkan Diego Lopez di detik-detik terakhir deadline bursa transfer. Sejak itulah Casillas tak pernah mampu kembali menjadi kiper utama Madrid hingga sekarang di bawah asuhan Carlo Ancelotti.
Memasuki bulan April, kabar bahagia datang dari Barelona. Eric Abidal dan pelatih Tito Vilanova kembali bergabung ke tim usai absen cukup lama karena penyakit yang di derita keduanya.
Keduanya tampil perdana di laga yang sama, yaitu kontra Mallorca pada 6 April. Vilanova mengambil alih kursi kepelatihan usai sempat ditempati Jordi Roura, sedangkan Abidal hanya menjadi cameo dengan bermain selama 20 menit menggantikan Gerrard Pique. Barcelona menang 5-0 dalam laga tersebut.
Sementara itu, di kubu Madrid malah diterpa berbagai kabar buruk mulai masalah internal dalam tim dan kepergian Mourinho di akhir musim. Hingga akhirnya rumor menjadi kenyataan, Mourinho memilih pergi dari Santiago Bernabeu untuk kembali ke Chelsea.
Kembali ke kompetisi, Barcelona akhirnya meraih gelar La Liga ke-22nya pada Mei 2013. Kepastian tersebut didapatkan usai Real Madrid hanya bermain imbang 1-1 di kandang Espanyol, di mana hasil tersebut membuat jarak menjadi 13 poin.
Alhasil, Madrid sebagai rival abadi tak mampu mengejar perolahan poin yang dimiliki oleh La Blaugrana di beberapa laga terakhirnya. Juni, Barca menutup musim dengan raihan 100 poin.
Pada musim tersebut hanya dua tim yang mampu memberikan kekalahan untuk Barca, yaitu Real Madrid dan Real Soiedad. Kemenangan Sociedad tersebut sukses mematahkan rekor unbeaten Barca yang tak terkalahkan sepanjang musim hingga pekan ke 19.
Madrid yang menjadi jawara di 2011-2012 hanya mampu menjadi runner-up dengan 85 poin. Untuk gelar top skorer diraih oleh Messi dengan dengan total 46 gol, meninggalkan Cristiano Ronaldo di posisi kedua dengan 34 gol. Sementara Andres Iniesta menjadi pencetak assist terbanyak, yaitu 16 assist.
Terjadi sedikit masalah yang cukup rumit untuk pembagian jatah Europa League, karena adanya masalah finansial dan lisensi klub. Mallorca, Deportivo La Coruna, dan Real Zaragoza terdegradasi ke Segunda Division.
Yang Datang dan Pergi
Abidal memilih berpisah dengan Barcelona pada 30 Mei, kondisi fisik memang menjadi alasannya. Pemain asal Prancis yang sudah berjuang dari serangan tumor sejak 2011, pada akhirnya malah dilepas oleh pihak klub.
Di bulan yang sama, Radamel Falcao resmi meninggalkan Atletico Madrid. Striker yang menctak 28 gol selama musim tersebut, memilih pergi ke AS Monaco dengan nilai kontrak yang disinyalir sebesar 60 juta Euro dengan besaran gaji 14 juta Euro per tahun.
Nemyar da Silva akhirnya berlabuh ke Camp Nou bulan Juni. Ia datangkan dari Santos dengan harga 57 juta Euro dan ia diikat Barcelona dengan kontrak berdurasi lima tahun, pemain asal Brasil itu diperkenalkan oleh klub di hadapan 56 ribu fams pada tanggal 3 Juni.
Dua raksasa La Liga pun mengalami perubahan di kursi kepelatihan. Mourinho yang telah tiga tahun mengarsiteki Madrid digantikan oleh Carlo Ancelotti yang sebelumnya menangani klub kaya asal Prancis, Paris Saint-Germain.
Gerardo Tata Martino menjadi pelatih Barcelona pada 23 Juli. Ia didatangkan Barca dari Newell's Old Boy untuk menggantikan Tito Vilanova yang mengundurkan diri akibat permasalahan kesehatan dan ingin menghabiskan waktunya bersama keluarga.
Berikut pergantian kursi kepelatihan di klub-klub La Liga: Ernesto Valverde-Miroslav Djukic (Valencia), Phileppe Montanier-Jagoba Arrasate (Real Sociedad), Abel Resino-Luis Enrique (Celta Vigo), Juan Ignacio Martinez-Joaquin Caparros (Levante), Manuel Pellegrini-Bernd Schuster (Malaga), Miroslav Djukic-Juan Ignacio Martinez (Real Valladolid), Marcelo Bielsa-Ernesto Valverde (Athletic Bilbao), Jose Mourinho-Carlo Ancelotti (Real Madrid), dan Javi Gracia-Francisco (Almeria).
Bulan September, drama transfer Gareth Bale dengan Madrid selesai. Ia resmi membela Madrid pada tanggal 1 September, mantan pemain Tottenham Hotspur itu menjadi pemain termahal dunia dengan nilai transfer sebesar 100 juta euro.
Kemudian Mesut Ozil yang memilih pergi dari Madrid menuju Arsenal dengan nilai transfer 50 juta Euro dan menjadi pembelian termahal The Gunners. Sementara itu, David Villa meninggalkan Barcelona dan berlabuh ke Atletico Madrid dengan nilai transfer yang hanya senilai 5,1 juta Euro, itu pun dibayar dengan sistem cicilan oleh Los Rojiblancos.
Berubahnya Peta Kekuatan dan Kemeriahan La Liga
Kompetisi La Liga musim 2013-2014, akhirnya resmi bergulir pada 17 Agustus 2013 dengan laga pembuka Real Sociedad kontra Getafe. Sementara itu, Barcelona langsung mendiami puncak klasemen usai menang 7-0 atas Levante di Camp Nou.
Di musim ini, Atletico Madrid menjadi pesaing yang kuat. Di bawah asuhan Diego Simeone, Atletico mampu merusak dominasi Barca dan Madrid yang beberapa musim menjadi penguasa.
Memasuki akhir September, posisi tiga besar benar-benar mengalami persaingan yang cukup sengit. Barca dan Atletico mulai meninggalkan Madrid yang masih tertahan di posisi ketiga karena hasil buruk di beberapa laga awalnya.
Statistik memang masih memperlihatkan bahwa Barca dan Madrid cukup hebat. Akan tetapi, setidaknya pada musim klub-klub peserta La Liga lainnya tak menjadi peran pembantu guna melengkapi kegagahan dua tim tersebut.
Hingga jornada ke-17, Osasuna yang menjadi tim pertama yang memecat pelatihnya di awal musim ini setelah sukses menahan imbang Barca dan Madrid. Perjalanan memang masih panjang, namun setidaknya tim-tim lain sudah membuat Barca dan Madrid kerja keras.
Tidak hanya klub saja, untuk persaingan individual antar pemain pun mengalami perubahan, sosok Diego Costa mampu tampil impresif dan menyaingi Cristiano Ronaldo. Sedangkan rival utama Ronaldo, Lionel Messi, tak mampu bersinar di 2013 karena cedera hamstring.
Costa menjadi bintang Atletico mengantikan peran Falcao, 19 gol telah ia cetak dari 17 laga bersama Atletico. Tak ayal top skorer sementara La Liga ini menjadi rebutan timnas Spanyol dan Brasil.
Torehan manis Costa di La Liga, bisa saja terhenti karena jelang masuk transfer bulan Januari dirinya dikaitkan dengan tim-tim besar di luar Spanyol. Ronaldo yang sempat cedera paha di laga kontra Valladolid, di urutan kedua dengan 18 gol.
Sementara itu, Messi gagal memberikan aksi terbaiknya karena cedera yang dialaminya pada November. Torehan gol La Pulga pun sementara harus terhenti di angka delapan, pemain Argentina ini dikabarkan baru bisa merumput pada awal tahun 2014.
Sayang, masa transisi yang terjadi pada La Liga musim ini kurang memberikan kemeriahan tersendiri bagi kompetisi tertinggi di Spanyol tersebut. Ya, di musim ini La Liga seolah kehilangan pemberitaan yang menarik di luar lapangannya.
Hilangnya sosok Mourinho memang cukup berdampak besar dalam kemeriahan tersebut. Seperti diketahui, berbagai komentar yang kelaur dari mulut pelatih asal Portugal tersebut selalu saja menarik dan belum lagi berbagai keputusannya dalam tim.
Komentar-komentarnya selalu membuat para lawanya meradang, ingin terlibat dalam perang verbal hingga ia dicap telah membuat ricuh sepakbola Spanyol. Khususnya, kubu Barcelona yang sudah pasti akan menjadi sasarannya karena rivalitas kedua tim yang cukup besar.
Lihat saja, tingkah dan omongan Mourinho di Premier League musim ini yang mampu menjadi headline dan menyentil para rivalnya. Kini, Ancelotti dan Martino masih sangat adem ayem di pemberitaan. Bahkan, sebelum dan sesudah laga El Clasico tak ada komentar-komentar yang sangat menarik untuk di bahas.
Sementara persaingan Messi dan Ronaldo masih saja menguasai pemberitaan, yang lama-lama menjadi hal yang membosankan. Karena persaingan hanya berkutat soal prestasi dan rekor keduanya.
Pengamat sepakbola Spanyol dan juga penulis buku Messi, Guillem Balague, yakin bahwa dunia telah bosan dengan berita kesuksesan Messi. Yang akhirnya, kasus pencucian uang dan penipuan ayah Messi pun menjadi berita.
“Kita sudah tahu bahwa beberapa dari cerita-cerita itu, namun laporan tersebut tetap diterbitkan meskipun wartawan sendiri sadar bahwa itu tak benar,” ujarnya. Ronaldo sendiri bahkan sudah tidak mau peduli dengan berita soalnya dengan Messi.
Memang tidak adil menghakimi sebuah kompetisi yang baru berjalan setengah jalan. Oleh karena itu, semoga tahun 2014 kompetisi La Liga semakin menarik dan tak melulu soal Barcelona-Madrid dan Messi-Ronaldo hingga membuat kita penasaran bagaimana akhirnya musim 2013-2014 ini.
(Achmad Firdaus)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.