DORTMUND - Malaga harus memupus mimpi untuk melanjutkan langkahnya ke babak semifinal Liga Champions usai dikalahkan secara dramatis oleh Borussia Dortmund di leg kedua perempatfinal, Rabu (10/4/2013). Namun, kemenangan Dortmund sendiri meninggalkan perdebatan.
Pasalnya, saat kedudukan imbang 2-2, Dortmund secara mengejutkan berhasil mencetak gol di menit ketiga masa injury time lewat gol Felipe Santana. Kubu Malaga menilai bahwa gol Santana tersebut dalam keadaan offside.
Direktur teknik Malaga, Pablo Aguilar, tak kuasa menahan kecewa akan keputusan wasit Craig Thomson yang mengesahkan gol kemenangan Dortmund tersebut. Aguilar menilai bahwa gol Santana adalah ilegal.
"Gol terakhir Dortmund itu ilegal. Kami telah tampil luar biasa namun disisihkan dengan cara yang tidak adil," keluh Pablo Aguilar, Direktur Teknik Malaga.
Namun, Aguilar sendiri enggan mengomentari gol kedua Malaga dari Eliseu yang juga dalam tayangan ulang berbau offside. "Saya tak tahu (gol) itu offside atau tidak. Tapi yang jelas, seharusnya kami bisa menang 4-0," katanya.
Nada kecewa juga keluar dari mulut sang pemilik klub asal Spanyol ini. Sheikh Abdullah Al Thani menyebut laga ini sebagai bentuk rasial. "Ini bukan sepakbola, tapi rasialis," kecam Al Thani seperti dilansir As.
Al Thani pun berharap UEFA melakukan penyelidikan dan investigasi atas laga tersebut dan juga kepemimpinan wasit. Pasalnya, ia menilai bahwa ada konspirasi di balik semua ini dan melihat adanya ketidaksukaan bahwa Spanyol mengirimkan tiga wakil ke semifinal.
Follow @bola_okezone untuk update berita-berita sepakbola
(Muhammad Indra Nugraha)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.