Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Jelang Barca vs Celtic

Samaras, Satu-Satunya Prajurit Tersisa

Fitra Iskandar , Jurnalis-Selasa, 23 Oktober 2012 |14:25 WIB
Samaras, Satu-Satunya Prajurit Tersisa
Georgios Samaras.(foto:IST)
A
A
A

Bentrok Barcelona dan Celtic mengingatkan kita pada laga yang mempertemukan keduanya, di ajang Liga Champions edisi 2008. Barca sukses menjungkalkan tim elite Skotlandia itu dua kali berturut-turut. Di markas Celtic, Barca menang 3-2, sedangkan di Camp Nou, Blaugrana kembali menundukkan pasukan Putih-Hijau, 1-0.
 
Di kandang Celtic, Barca lebih dulu tersengat dengan gol Vennegoor of Hesselink pada menit 16. Situasi itu tidak bertahan lama, berkat magis bocah ajaib Lionel Messi. Dua menit berselang, aksi striker mungil punya Argentina ini membuat Barca mengimbangi kedudukan, 1-1.
 
Gol Messi tidak membuat Celtic patah semangat. Sebelum jeda, Barry Robson kembali membawa Celtic unggul 2-1. Sayang kedudukan, itu tidak bisa lama dipertahankan tuan rumah karena pada babak kedua,pemain-pemain di belakang Vennegoor cs tak mampu menahan gempuran bomber-bomber Barca. Thierry Henry sukses menyamakan kedudukan 2-2, dengan golnya pada menit 52. Lalu, Lionel Messi menjadi penentu kemenangan, setelah memperdaya Artur Boruc sekira 10 menit sebelum bubar.
 
Di Camp Nou, nasib Celtic tidak berubah. Barca memastikan langkah ke perempatfinal dengan gol tunggal Xavi saat pertandingan baru berjalan tiga menit.
 
Tapi dua pertemuan kedua tim di babak 16 besar empat tahun lalu jelas tidak akan menggambarkan seperti apa pertarungan kedua tim nanti malam. Masalahnya sederhana. Wajah Celtic saat ini sudah jauh berubah dengan formasi saat itu. Begitu pun dengan Barca.
 
Celtic yang nyaris menjungkalkan Barca di Glasgow 21 Februari 2008, dan kalah tipis di Camp Nou saat itu dilatih Gordon Strachan, dan mengandalkan striker Belanda J Vennegoor of Hesselink di barisan depan. Nama gelandang Jepang, Nakamura juga masih mengisi starting line-up. Tapi, kedua nama itu dipastikan tidak akan ditemui lagi bersama 17 pemain lain yang ada di list skuad Celtic 2008, di Camp Nou nanti malam. Satu-satunya prajurit Celtic yang tersisa adalah Georgios Samaras, striker jangkung Yunani. Tapi Samaras juga kurang memiliki peran signifikan dalam laga empat tahun lampau itu. Dia hanya dua kali tampil sebagai pemain pengganti.
 
Sementara, Barca tidak lagi di bawah komando Frank Rijkaard, tapi sedikit lebih utuh. Thierry Henry, Eto’o, Ronaldinho,Gianluca Zambrota, Eric Abida, Bojan Krkic dan Gudjhonsen, memang sudah meninggalkan Camp Nou, tapi pilar lain, Lionel Messi, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Victor Valdez dan Puyol sampai sekarang masih berseragam Blaugrana.
 
Jika ingin memprediksi, Barca tentu akan menjadi kubu yang diunggulkan di atas kertas. Barca telah merebut 13 gelar domestik dan Eropa selepas pertarungan dengan Celtic, sementara raksasa Skotlandia itu terapung sebagai tim medioker di Benua Eropa dengan tiga gelar domestik. Kesimpulannya, Barca masih terlalu kuat buat Celtic, namun sepakbola tetap sepakbola yang selalu bisa menghadirkan kejutan.

(Fitra Iskandar)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement