Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hening Saat Lagu Kebangsaan, Der Panzer Dicerca

Randy Wirayudha , Jurnalis-Rabu, 04 Juli 2012 |08:38 WIB
Hening Saat Lagu Kebangsaan, <i>Der Panzer</i> Dicerca
German Player's silence during national anthem (Photo: Reuters)
A
A
A

BERLIN – Meski sudah lewat beberapa waktu lalu, aksi hening para punggawa Jerman terhadap lagu kebangsaan saat melakoni laga semifinal vs Italia, menuai banyak kecaman. Philipp Lahm cs dianggap tak patriotik.
 
Kasus ini juga pernah terjadi pada skuad Rusia. Andrei Arshavin cs kebanjiran cercaan dari banyak kalangan, khususnya pejabat pemerintahan. Publik Jerman yang diwakili sejumlah media, merasa malu terhadap ‘cuek-nya’ pilar-pilar Der Panzer tersebut. Padahal para pemain Italia terdengar lantang menyanyikan “Fratelli d’Italia” – lagu kebangsaan Italia.
 
“Sudah seharusnya dan seyogyanya para pemain bernyanyi mengiringi lagu kebangsaan yang diperdengarkan. Mereka bermain untuk tim nasional Jerman, bukan untuk diri sendiri,” kecam politisi Jerman, Volker Bouffier kepada Bild, Rabu (4/7/2012).
 
Memang banyak diantara pilar Die Nationalelf merupakan pemain blasteran. Tapi sudah semestinya bisa menghapal dan menyanyikannya dengan lantang. Jika tidak, petinggi Bavaria, Joachim Herrmann, menyatakan sedari awal seharusnya tak usah ikut rombongan tim.
 
“Lagu kebangsaan Jerman berhak diperdengarkan di laga-laga internasional untuk dinyanyikan skuad nasional. Jika seseorang tak menyanyikannya, maka lebih baik berdiam diri di klub-nya masing-masing,” seru Herrmann.
 
Tapi diantara para pengecam itu, skuad Jerman sedikit mendapat pembelaan dari Paul Nolte, sejarawan Jerman. Nolte mensinyalir para punggawa Jerman masih ragu untuk menyanyikan lagu tersebut karena iramanya masih serupa dengan rezim Nazi yang berkuasa pada masa Perang Dunia kedua lalu.
 
“Setelah dua kediktatoran yang melibatkan simbol-simbol dan patriotisme Jerman, banyak orang (Jerman) yang masih ragu terhadap lagu kebangsaan,” tutur Nolte.
 
Lagu kebangsaan Jerman disusun oleh Joseph Haydn di tahun 1797 dan dihiasi dari penyair Jerman, August Heinrich Hoffmann von Fallersleben pada tahun 1841. Bait pertama lagu kebangsaan Jerman yang berbunyi "Deutschland, Deutschland uber alles", amat dibanggakan sang dewa Nazi, Adolf Hitler.
 
Setelah rezim tersebut runtuh, lagu kebangsaan Jerman tetap pada irama serupa namun yang dinyanyikan beralih ke bait ketiga yang diawali kalimat “Einigkeit und Recht und Freiheit”, yang mengartikan, “Persatuan, Hukum dan Kemerdekaan”.

(Randy Wirayudha)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement