Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Drama 44 Tahun Timnas Spanyol

Fetra Hariandja , Jurnalis-Kamis, 09 Februari 2012 |12:00 WIB
Drama 44 Tahun Timnas Spanyol
Skuad Spanyol 2008.(foto:IST)
A
A
A

PUBLIK sepakbola dunia pasti tahu negara mana yang tampil sebagai jawara Euro 2008. Sudah pasti Timnas Spanyol. Bahkan La Furia Roja, demikian Spanyol dijuluki, mampu menyandingkan gelar tersebut dengan trofi Piala Dunia 2010.
 
Tidak ada yang menyangka Carles Puyol dan kawan-kawan bisa mempersembahkan prestasi terbaik pada kancah kejuaraan sepakbola terbesar di Benua Eropa itu. Ditambah, Spanyol bukan menjadi unggulan utama saat itu. Nama Spanyol masih kurang harum dibandingkan Italia, Jerman, Inggris, Belanda dan Prancis.
 
Maklum, kalangan pemerhati sepakbola meragukan kapasitas Spanyol karena adanya dualisme daerah yakni Barcelona dan Madrid. Dalam kurum 43 tahun terakhir sebelum menjadi yang terbaik di Eropa, pemain dari kedua kota tersebut sulit disatukan. Bahkan pemain yang berasal dari Barcelona punya kecenderungan menjadikan Catalonia sebagai tim nasional mereka sesungguhnya.
 
Kondisi ini berdampak besar pada persiapan Timnas Spanyol. Dualisme kota tersebut juga membuat pemain dari kedua kota tidak bisa menyatu. Siapa pun pelatihnya, Spanyol tidak mampu bercakap di setiap perhelatan Euro yang bergulir empat tahun sekali.
 
Perbedaan ini yang membuat Spanyol sulit menandingi kekuatan negara digdaya lainnya di Eropa. Dalam kurun waktu 43 tahun terakhir kali menjadi kampiun pada 1964, Spanyol hanya menjadi pelangkap di Euro. Spanyol selalu luput dari perhatian berbagai pihak. Semua penilaian tersebut sirna sejak Real Federacion Espanola de Futbol (RFEF) atau Federasi Sepakbola Spanyol menunjuk Jose Luis Aragones Suarez sebagai pelatih pada 2004.
 
Aragones menjadi arsitek yang mampu mengikis kebencian akibat egosentris daerah. Tanpa kompromi, pria 73 tahun itu mencoret bomber emas Real Madrid, Raul Gonzales. Kecamanan dari warga Madrid pun mengalir deras. Apalagi, Aragones pernah mengenakan kostum Real Madrid sebagai pemain pada era 1958-1960.
 
Alasan terkuat Aragones saat itu adalah masyarakat Spanyol mengetahui bahwa Raul menjadi pemain Madrid yang benar-benat anti-Barcelona. Persoalan itu dikhawatirkan bisa mengganggu kekompakan tim selama melakoni Euro. Terlebih, sikap anti-Barcelona murni pilihan Raul.
 
Ahli strategi yang pernah membesut 14 klub berbeda ini juga hanya memasukan dua punggawa Real Madrid yakni Iker Casillas dan Sergio Ramos. Sementara, wakil Barcelona ada tiga pemain. ketiganya adalah Andres Iniesta, Xavi Hernandez, dan Carles Puyol. Pemain lainnya berasal dari klub lokal dan tim Eropa.
 
Racikan Aragones memang luar biasa. Spanyol menjelma sebagai tim yang sulit untuk dikalahkan. Buktinya, Spanyol melalui seluruh pertandingan Euro 2008 dengan kemenangan. Terpenting, Aragones mampu melebur egosentris Barcelona dan Madrid dengan permainan cantik.
 
Uasi mengantarkan Spanyol berjaya di Eropa, Aragones pun menyatakan mundur sebagai pelatih. Kendati ditolak publik Spanyol, Aragones tetap pada keputusannya untuk mundur. Tapi dia menitipkan tim tangguh yang sudah dibangun kepada RFEF. Selang beberapa saat, RFEF menunjuk Vicente del Bosque sebagai penerus Aragones.
 
Bosque diberi kepercayaan membentuk tim tangguh. Target yang diemban mantan pelatih Real Madrid ini adalah mengukir prestasi sama pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Sama seperti Aragones, Bosque tetap mempertahankan pemain yang tampil pada Euro 2008. Terbukti, racikan tim yang ditinggalkan Aragones sudah matang. Kala itu, Bosque hanya menyempurnakan kekurangan dan gelar terbaik di dunia benar-benar bisa dipersembahkan untuk Spanyol.
 
Peluang Spanyol mempertahankan gelar pada Euro 2012 terbuka lebar. Hampir dipastikan wajah-wajah lama squad Spanyol tetap dipanggil. Terlebih sebagian besar pemain Spanyol masih dalam posisi emas di klubnya masing-masing, terutama yang mengenakan kostum Barcelona.
 
Mari sama-sama kita saksikan apakah drama manis selama 44 tahun bisa berlanjut di Polandia-Ukraina, sekira empat bulan mendatang. Yang jelas, negara lain masih memutar otak untuk mencari celah mengalahkan Spanyol.
 
 

(Fitra Iskandar)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement