Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

'Kesaktian' Kawashima di Luar Dugaan Zaccheroni

Muhayati Faridatun , Jurnalis-Rabu, 26 Januari 2011 |14:57 WIB
'Kesaktian' Kawashima di Luar Dugaan Zaccheroni
Eiji Kawashima saat menggagalkan tendangan penalti Korsel / Foto: Daylife
A
A
A

DOHA - Siapa yang tidak terkesima melihat seorang penjaga gawang menepis dua tendangan penalti dalam satu laga? Ya, itulah yang dialami pelatih Timnas Jepang Alberto Zaccheroni.

Eiji Kawashima berjasa besar mengantarkan pasukan Samurai Biru melaju ke final Asian Cup 2011, setelah menaklukkan Korea Selatan (Korsel) lewat drama adu penalti, 3-0 (2-2). Berturut-turut, penjaga gawang milik Lierse SK (Belgia) menggagalkan tembakan Ko Ja-cheol dan Lee Young-rae.

Sementara itu, Keisuke Honda, Shinji Okazaki dan Yasuyuki Konno sukses menjadi algojo dan membawa Samurai Biru mengamankan satu tiket partai pamungkas. Sah saja jika Zaccheroni mengurai pujiannya pada penjaga gawang kelahiran 27 tahun silam.

“Tidak penjaga gawang yang tidak melakukan kesalahan, maka mereka tidak eksis,” cetus Zaccheroni, seperti dilansir situs resmi AFC, Rabu (26/1/2011).

“Beberapa hari lalu, saya katakan pada Kawashima bahwa saya mempercayai dia sepenuhnya. Saya katakan lagi padanya hari ini, dan sepanjang performanya di pertandingan lebih baik dari yang saya harapkan,” tutur pelatih berkebangsaan Italia.

Berkomentar mengenai laga semifinal kontra Korsel, mantan pelatih AC Milan dan Lazio mengakui sengitnya permainan, kendati mengklaim anak-anak didiknya menyuguhkan performa lebih baik. Setelah sempat tertinggal 0-1 (Sung-Yong Ki, 23’), Jepang berbalik unggul 2-1 melalui gol Ryoichi Maeda (36’) dan Hajime Hosogai (98’), sebelum Korsel menyamakan kedudukan di menit 120 lewat gol Jae-Won Hwang.

“Pertandingan yang sangat sengit,” ujar Zac, mengingat tambahan waktu 2x15 menit sebelum terjadinya drama adu penalti.

“Melihat jalannya laga di babak pertama, sebenarnya kami bermain lebih baik dari mereka, terutama dengan kombinasi permainan dan serangan kami.

“Di babak kedua, Korea bermain lebih baik, terlebih karena mereka menekan kami dengan kemampuan fisik mereka. Mereka mampu berlari lebih baik dari kami,” tutup pelatih 57 tahun.

Di partai pamungkas, Jepang akan menghadapi Australia di Khalifa Stadium, Sabtu (29/1/2011) malam. Socceroos mengamankan satu tiket final usai membungkam Uzbekistan enam gol tanpa balas, Rabu dini hari tadi.

(Muhayati Faridatun)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement