Advertisement
Advertisement

Pedas Khas Sasak

SINDO , Jurnalis-Minggu, 27 Juli 2008 |13:28 WIB
Pedas Khas Sasak
A
A
A

SUKU Sasak memberi pengaruh pada cita rasa masakan masyarakat Lombok. Pedas menjadi ciri menu asal pulau yang terkenal dengan keindahannya itu.

Karena ingin memperkenalkan masakan khas Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Baiq Hartini yang asli Lombok berinisiatif membuka restoran Ayam Bakar Taliwang Bersaudara. Bukan di daerah asalnya, melainkan di Pulau Bali. Ayam Bakar Taliwang Bersaudara yang dirintis sejak 1986 menjadi restoran Lombok pertama yang ada di Pulau Dewata.

"Saya memberi nama restoran ini dengan Ayam Bakar Taliwang Bersaudara supaya langsung terlihat dari mana masakan kami berasal. Yaitu daerah Taliwang yang terletak di Lombok, NTB," ujar Hartini, yang awalnya berprofesi sebagai perawat di Kota Mataram, NTB.

Niat Hartini membuka restoran sangat mulia. Yakni ingin membantu meminimalisasi angka pengangguran yang ada di Lombok. "Yang terpikir oleh saya saat itu adalah, apa yang harus diperbuat untuk membantu. Maka, saya buatlah restoran pertama saya di Bali dengan beberapa karyawan dari Lombok," ungkapnya.

Selain itu, Hartini sengaja membuka restoran yang menyuguhkan menu asli Indonesia karena ingin melestarikan masakan khas Nusantara. Dia ingin generasi muda mengenal makanan tradisional Indonesia dan ikut menjaganya agar tidak punah.

"Supaya masakan khas Indonesia dikenal oleh banyak orang, kami juga membuka restoran di luar negeri. Tepatnya di New Zealand, yang hanya buka pada Selasa, Sabtu, dan hari-hari libur," papar wanita yang telah membuka tujuh restoran di Indonesia ini.

Ayam Bakar Taliwang juga sudah hadir di Jakarta, khususnya di Jalan Panglima Polim IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Nuansa kecokelatan dengan beberapa pajangan lukisan menghiasi dinding restoran berkapasitas 68 tempat duduk tersebut.

"Biasanya, jika ada yang memesan tempat yang melebihi kapasitas di sini, akan kami alihkan ke restoran yang ada di kawasan Tebet Raya, Jakarta Selatan, karena di sana kapasitasnya lebih banyak. Bisa mencapai 100 orang,'' tutur putri Hartini, Vivi Rizqi Handayani, yang juga ikut mengelola restoran ini.

Menu yang tersaji sangat beragam. Mulai makanan ringan berupa agar-agar rumput laut hingga menu utama seperti ayam bakar plecing, yang memiliki rasa pedas khas Lombok.

"Semua makanan Lombok dari suku Sasak berciri pedas. Di sini kami menggunakan cabai hitam sebagai andalan bumbu. Cabai dibawa langsung dari Lombok. Rasa pedas dan asam ada dalam cabai ini," ujar Hartini, yang berencana membuka restoran baru di Medan, Sumatera Utara.

Selain rasa makanannya, restoran ini juga mengandalkan bahan dasar menu. Khususnya ayam, harus ayam pilihan dan merupakan hasil dari peternakan Hartini yang ada di kawasan Bekasi, Jawa Barat.

Plecing kangkung menjadi andalan Ayam Bakar Taliwang selanjutnya. Bumbu terasi mendominasi rasa menu ini. Ada lagi menu ayam keleq bage. Kuahnya mempunyai rasa hampir mirip tom yam, yakni lebih asam. Menu ini, kata Vivi, bakal dilombakan dalam Festival Makanan Nusantara yang akan datang.

"Untuk menu ayam keleq bage ini, masakan dibuat berdasarkan pesanan pengunjung," ujar Vivi, seraya menyebutkan bahwa restorannya tahun lalu berhasil menjadi juara ke-2 Festival Makanan Nusantara yang diadakan Departemen Perindustrian dan Perdagangan RI.

Panasnya nasi dipadukan dengan ayam bakar hangat plus plecing kangkung, pasti sedap rasanya. Jangan lupa, siapkan air minum untuk menetralisasi rasa pedas.

(Tuty Ocktaviany)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement