TOKYO – Presiden FIFA, Gianni Infantino, dipastikan bakal menghadapi persaingan ketat dalam pemilihan Presiden FIFA periode 2027-2031 pada Maret 2027 mendatang. Pria yang menjabat sejak 2016 itu kini mendapatkan penantang kuat yang dikabarkan mengantongi dukungan dari federasi sepak bola Eropa.
Presiden Kehormatan Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA), Kozo Tashima, secara resmi mengumumkan niatnya untuk maju menantang Infantino. Langkah pria berusia 68 tahun itu kabarnya telah mendapatkan "restu" langsung dari UEFA.
Tashima merupakan sosok dihormati yang pernah memperkuat Tim Nasional (Timnas) Jepang sebanyak tujuh kali sebagai pemain. Ia juga memiliki rekam jejak kepemimpinan yang solid saat menjabat sebagai Presiden JFA pada periode 2016 hingga 2024.
Dalam peryataannya kepada surat kabar Jepang, Sports Nippon, Tashima menegaskan bahwa pencalonannya didasari oleh keinginan untuk menyebarkan nilai-nilai integritas yang diusung oleh sepak bola Jepang ke tingkat internasional.
"Saya sangat bersyukur dapat menyampaikan pengumuman ini dengan dukungan penuh dari JFA. Ini bukan sekadar masalah menang atau kalah, melainkan bagaimana menyampaikan kepada dunia sikap jujur, sehat, dan lurus yang telah dibangun oleh sepak bola Jepang. Nilai-nilai inilah yang dibutuhkan FIFA saat ini dan saya memutuskan maju untuk menyuarakan hal tersebut,” ucap Tashima, melansir dari Sportbible, Sabtu (7/11/2026).
Langkah Tashima menjadikannya kandidat kedua yang mengonfirmasi kesiapan menantang Infantino, setelah mantan bek Tottenham Hotspur, Ramon Vega, mengumumkan pencalonannya bulan lalu. Berbeda dengan Vega yang belum pasti mengantongi syarat minimal dukungan lima asosiasi anggota FIFA, Tashima dinilai memiliki basis dukungan yang lebih kuat.
Laporan dari The Guardian menyebutkan Tashima memiliki banyak sekutu di Eropa dan telah menggelar diskusi dengan pejabat UEFA saat Kongres Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) di Tokyo. Meski AFC sebelumnya mengusulkan dukungan untuk Infantino pada Oktober lalu, pencalonan figur besar asal Jepang ini berpotensi mengubah peta kekuatan suara 47 anggota AFC.