JAKARTA - Penyerang sayap klub Prancis, Strasbourg, Martial Godo, viral setelah terlihat melakukan latihan mata sebelum memenangi pertandingan melawan Auxerre yang berakhir dengan skor 5-1. Ia tampak latihan mata saat pemanasan.
Kedua tim bertemu pada pekan kesembilan Liga Prancis 2026-2027. Laga tersebut berlangsung di Stade de la Mainau, Minggu (1/11/2026).
Kelima gol Strasbourg dicetak Godo, Dario Essugo, Conrad Harder, dan dua gol dari Gessime Yassine memastikan kemenangan 5-1.
Itu adalah gol pertama Martial Godo pada musim ini, setelah melakukan serangkaian latihan mata sebelum sepak mula. Ia melatih matanya dengan tujuan untuk mempertajam dan mengaktifkan penglihatannya.
Dalam video yang beredar, mantan pemain sayap Dartford dan Fulham tersebut menggerakkan jari-jarinya di depan wajah sambil mengalihkan pandangan ke berbagai titik dan berulang kali menutup salah satu matanya.
Melansir Sport Bible, Selasa (2/11/2026), penelitian menunjukkan latihan ini dapat meningkatkan kesadaran dan membantu seseorang memproses lingkungan sekitar dengan lebih efisien.
Dalam wawancara pascapertandingan, Godo menjelaskan metodenya.
"Sebagai seorang penyerang, saya suka melakukan visualisasi sebelum pertandingan. Hal itu menempatkan saya dalam situasi yang menyerupai kenyataan," ujarnya.
Penggunaan latihan mata kini semakin lazim dalam dunia sepak bola. Seorang optometris dan spesialis penglihatan olahraga yang pernah bekerja untuk Aston Villa, Tottenham, dan Leeds, Patrícia Rodrigues, baru-baru ini membahas topik tersebut.
Patrícia mengamati, enam minggu pelatihan visual dapat meningkatkan kemampuan visuomotor para pemain.
"Bagi seorang penyerang, itu berarti bisa membaca pergerakan pemain bertahan sepersekian detik lebih cepat," katanya.
"Poin kuncinya adalah seorang pemain tidak bereaksi terhadap apa yang sedang terjadi, melainkan terhadap apa yang ia persepsikan. Kemampuan menyerap informasi visual pun dapat dilatih, sama seperti aspek fisik—meliputi pelacakan bola, penglihatan periferal, hingga kecepatan pemrosesan informasi."