PRESIDEN AFC, Salman bin Ibrahim Al Khalifa, mempertimbangkan penundaan Piala Asia 2027. Sebab, Arab Saudi yang sedianya akan jadi tuan rumah, tengah menghadapi konflik pelik dengan kelompok Houthi.
Situasi di Arab Saudi tidak menentu. Arab Saudi menghadapi serangkaian rudal dari kelompok Houthi yang menyasar sejumlah fasilitas publik seperti bandara di Ibu Kota Riyadh.
Serangan tersebut menimbulkan korban jiwa. Salman bin Ibrahim Al Khalifa mempertimbangkan perubahan jadwal Piala Asia 2027 dengan alasan keamanan.
"Kita bisa menunggu hingga akhir November. Situasi di kawasan ini bisa berubah sangat cepat, baik menjadi lebih baik maupun lebih buruk, dan kita hanya perlu melihat apa yang terjadi," kata Salman dilansir dari Reuters, Kamis (15/10/2026).
"Jika kami perlu mengambil keputusan, maka kami akan melakukannya, tetapi kami bisa saja memundurkan jadwal hingga tahun 2028 jika perlu," ungkap Salman.
"Namun saat ini kami sedang memantau situasi dan semuanya berjalan sesuai jadwal," tambah pria asal Bahrain tersebut.
Menurut laporan Reuters, Federasi Sepakbola Jepang (JFA) sudah menyatakan tidak akan mengikuti turnamen jika situasi keamanan tak kunjung membaik. Ada pun, Federasi Sepakbola Australia (FA Australia) terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah.
Timnas Indonesia sendiri akan menjadi salah satu dari 24 peserta di Piala Asia 2027. Skuad Garuda akan tergabung bersama Timnas Jepang, Timnas Qatar, dan Timnas Thailand di Grup D.
Turnamen ini akan menjadi ujian bagi pelatih John Herdman untuk meneruskan pencapaian di Piala Asia edisi sebelumnya. Pada edisi 2023, Timnas Indonesia mampu mencatat sejarah dengan lolos ke babak 16 besar untuk kali pertama dalam keikutsertaan di Piala Asia.
(Wikanto Arungbudoyo)