JAKARTA - Kisah Radja Nainggolan, eks pemain AS Roma yang menyesal tidak membela Timnas Indonesia menarik diulas. Radja mengakui penyesalan itu ketika dirinya sudah mendekati akhir karier sepak bolanya.
Radja Nainggolan merupakan pesepakbola yang memiliki darah Indonesia dan Belgia. Ia memiliki darah Indonesia dari sang ayah, sedangkan ibunya dari Belgia.
Nama Radja Nainggolan mulai bersinar ketika membela klub Serie B Liga Italia, Piacenza. Di klub yang juga pernah diperkuat Filipo Inzaghi itu ia mendapatkan jam terbang hingga dilirik Timnas Belgia.
Pelatih sementara Timnas Belgia saat itu, Frank Vercauteren, memanggil Radja Nainggolan untuk memperkuat Timnas Belgia dan debut pada 29 Mei 2009.
Sejalan dengan itu, Radja Nainggolan terus berkembang dengan pindah ke klub Serie A Liga Italia Cagliari pada 2010. Ia berhasil bermain konsisten di Cagliari selama 4 tahun kemudian pindah ke AS Roma.
Selang 4 tahun kemudian, ia pindah ke Inter Milan pada 2018. Namun, performanya perlahan mulai menurun hingga semasa membela Inter Milan ia sering dipinjamkan ke Cagliari.
Sementara itu, karier internasionalnya bersama Timnas Belgia mulai tersendat saat ditangani Roberto Martinez pada 2016. Padahal, saat itu Radja Nainggolan berada dalam usia matang.
Namun, tak dipungkiri, saat itu Timnas Belgia tengah memasuki generasi emas dengan sederet pemain bintang, seperti Thibaut Courtois, Kevin De Bruyne, Eden Hazard, Marouane Fellaini, hingga Romelu Lukaku.
Kini, Radja Nainggolan mengaku memiliki pandangan berbeda mengenai kariernya di level internasional.
“Saat muda, saya tidak memikirkan hal itu (membela Timnas Indonesia). Namun, sekarang di usia 38 tahun saya melihat banyak hal berbeda,” kata Radja Nainggolan, melansir Nieuwsblad, Selasa (13/10/2026).