2. Titik Balik
Dalam wawancara sebelumnya dengan Corriere dello Sport, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menggambarkan Indonesia sebagai ‘raksasa yang sedang tidur’, dengan potensi yang sangat besar namun membutuhkan pengelolaan yang lebih profesional dan transparan. Ia juga menekankan Tragedi Kanjuruhan menjadi salah satu titik balik penting dalam pembenahan sepakbola Indonesia.
“Empat tahun lalu, kami kehilangan 135 saudara kami di Kanjuruhan. Sebelum pertandingan kami mengheningkan cipta untuk mengenang mereka, lalu para pemain berjuang sampai menit ke-97 untuk membawa Indonesia ke final,” kata Erick.
“Bagi saya, ini bukan sekadar tentang menang dan kalah. Ini tentang bagaimana sepakbola Indonesia belajar dari masa lalu dan terus bergerak maju," sambung pria yang juga Menpora RI itu.
"Kami harus menjaga ingatan tentang Kanjuruhan sekaligus memastikan sepakbola Indonesia yang kami bangun hari ini jauh lebih profesional, membanggakan dan menjamin keamanan dan kenyamanan para suporter yang mendukung langsung timnas ke stadion,” tambahnya.
(Wikanto Arungbudoyo)