JELANG laga pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026, duel menarik tersaji antara Timnas Indonesia vs Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026) pukul 19.30 WIB. Pertandingan ini bukan sekadar soal perebutan tiket ke final, tetapi juga memperlihatkan perbandingan kekuatan nilai skuad yang sangat jomplang.
Skuad Garuda datang dengan status mentereng sebagai pemilik nilai pasar tertinggi di turnamen ini. Berdasarkan data dari Transfermarkt, total nilai pasar skuad asuhan John Herdman mencapai Rp396,9 miliar.
Dominasi nilai pasar Timnas Indonesia sebagian besar disokong oleh para pemain abroad yang berkarier di kompetisi top Eropa. Nama-nama beken seperti Kevin Diks, Emil Audero, Calvin Verdonk, hingga Maarten Paes menjadi motor penggerak tingginya valuasi skuad Merah Putih.
Bahkan, potensi nilai pasar Timnas Indonesia sejatinya bisa melambung lebih tinggi jika kapten tim, Jay Idzes, tidak harus absen akibat cedera. Di kubu seberang, Bangladesh hadir dengan total nilai skuad mencaai Rp116,2 miliar, itu berart hanya sekira sepertiga dari total nilai keseluruhan Timnas Indonesia.
Kendati perbandingan nilainya ibarat bumi dan langit, Bangladesh tetap memiliki amunisi yang patut diwaspadai. Tim berjuluk Harimau Bengal ini diperkuat oleh lima pemain yang merumput di luar negeri, termasuk gelandang andalan mereka yang membela klub Inggris Sheffield United, Hamza Choudhury.
Hamza Choudhury dinobatkan sebagai pemain termahal di kubu Bangladesh dengan taksiran nilai pasar mencapai Rp69,53 miliar. Sayangnya, kesenjangan nilai pasar antar-pemain di skuad Bangladesh terlihat cukup timpang jika dibandingkan dengan pemain kedua mereka, seperti Rakib Hossain dan Mohammad Ridoy.