"Namun, terkait strategi bermain dengan 10 pemain, seperti yang kalian katakan, mungkin kami bisa bermain lebih menyerang dengan formasi tersebut," jelas Herdman.
Meski gagal meraih kemenangan, Herdman tetap melihat hasil imbang sebagai modal untuk menghadapi pertandingan terakhir Grup A. Dia menilai para pemain telah menunjukkan perjuangan untuk mempertahankan skor setelah bermain dengan 10 orang.
“Saya pikir, ketika para pemain berjuang keras dan mereka tahu hasil imbang juga akan menjadi hasil yang bagus bagi kami untuk menghadapi pertandingan terakhir, serta tetap berada dalam persaingan dengan jumlah poin yang sama," ucap Herdman.
Pelatih berusia 51 tahun itu kembali menegaskan bahwa penyesuaian taktik menjadi pekerjaan rumah Timnas Indonesia. Fokus tersebut terutama berkaitan dengan kemampuan menyerang ketika Skuad Garuda berada dalam situasi kekurangan pemain.
"Ya, saya pikir, satu-satunya hal yang perlu ditingkatkan adalah melakukan sedikit penyesuaian pada aspek menyerang dalam strategi bermain dengan 10 pemain," imbuh pelatih asal Inggris tersebut.
Hasil imbang kontra Malaysia membuat Timnas Indonesia kini mengoleksi empat poin dari dua pertandingan. Skuad Garuda berada di posisi kedua klasemen sementara Grup A, tepat di bawah Malaysia yang memiliki jumlah poin sama tetapi unggul selisih gol.
Timnas Indonesia selanjutnya akan menghadapi Bangladesh pada pertandingan ketiga Grup A, Kamis 1 Oktober 2026 mendatang. Pada waktu yang sama, Malaysia akan berhadapan dengan Singapura dalam laga yang turut menentukan posisi akhir Grup A.
(Rivan Nasri Rachman)