BANYAK hal menarik ketika membahas duel Timnas Indonesia vs Malaysia, yang nanti malam akan kembali bentrok di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Senin (28/9/2026) pukul 19.30 WIB. Apalagi pertandingan matchday kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 ini tercatat sebagai pertemuan ke-86 sepanjang sejarah persaingan kedua negara tetangga.
Rekor head-to-head kedua kubu menunjukkan persaingan yang sangat ketat dengan Malaysia mengantongi 34 kemenangan, berbanding 33 kemenangan milik Skuad Garuda, sementara 18 laga lainnya berakhir imbang. Atmosfer pertandingan dipastikan kian panas karena kedua tim sudah cukup lama tidak berjumpa sejak terakhir kali bertanding pada Desember 2021 silam.
Kendati demikian, kondisi kedua tim saat ini jelas jauh berbeda ketimbang lima tahun lalu. Bahkan berbicara nilai skuad, Timnas Indonesia yang sekarang jauh lebih tinggi ketimbang Harimau Malaya!
Berdasarkan data Transfermarkt, skuad Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 ini memiliki total nilai pasar yang jauh mengungguli sang tetangga, yakni mencapai Rp379,53 miliar berbanding Rp126,02 miliar milik Malaysia. Angka tersebut menunjukkan valuasi skuad Garuda menembus hampir tiga kali lipat dari nilai keseluruhan skuad Harimau Malaya.
Dalam jajaran pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks yang dipercaya mengenakan ban kapten untuk menggantikan Jay Idzes yang masih cedera, didaulat sebagai pemain termahal dengan nilai pasar menembus Rp86,91 miliar. Sebaliknya, bintang utama Malaysia sekaligus andalan Johor Darul Takzim (JDT), Arif Aiman, hanya mencatatkan nilai pasar di angka Rp12,17 miliar.
Keunggulan Timnas Indonesia tidak berhenti pada aspek valuasi finansial saja, melainkan juga tercermin dari dominasi status pemain diaspora yang berkarier di luar negeri. Skuad Merah Putih diperkuat oleh setidaknya 12 pemain abroad, sementara Malaysia tercatat hanya memiliki tiga pemain yang merumput di luar negeri.
Dari segi regenerasi, rata-rata usia skuad Timnas Indonesia juga terpantau lebih muda dengan kisaran 26,7 tahun, sedangkan rata-rata usia kubu Malaysia berada di angka 28,3 tahun. Keunggulan fisik dan komposisi modern ini memberikan keunikan tersendiri bagi racikan taktik sang juru taktik, John Herdman.
Pelatih interim Malaysia, Tan Cheng Hoe, harus memutar otak keras guna memulihkan kebugaran fisik pemain serta membenahi transisi permainan demi meredam agresivitas tuan rumah. Di kubu seberang, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menginstruksikan anak asuhnya untuk menjaga fokus penuh serta mengendalikan emosi di tengah gemuruh dukungan suporter fanatik stadion.
Menghadapi laga krusial ini, John Herdman diprediksi tidak akan melakukan perombakan besar, meski harus mencari alternatif bagi Dean James dan Ragnar Oratmangoen yang mengalami masalah kebugaran. Mengandalkan kombinasi pemain pilar seperti Rizky Ridho dan Thom Haye sejak menit awal, Skuad Garuda dengan formasi 3-4-2-1 diunggulkan untuk mengunci kemenangan tipis atas Malaysia.
Kedua kesebelasan menatap laga malam ini dengan kepercayaan diri tinggi berkat modal positif pada pertandingan perdana grup. Malaysia sukses memetik kemenangan meyakinkan 3-0 atas Bangladesh, sedangkan Timnas Indonesia tampil solid dengan menumbangkan Singapura 2-0.
Hasil tersebut mengantarkan Harimau Malaya memuncaki klasemen sementara Grup A, sementara Skuad Garuda menempel ketat di posisi kedua dengan perolehan tiga poin. Pertemuan kali ini pun tidak hanya mempertaruhkan gengsi regional, tetapi juga posisi strategis dalam perebutan tiket menuju babak final.
(Rivan Nasri Rachman)