"Mesin itu cukup berat, tapi saya sempat mencoba mengangkatnya dan mendorongnya menjauh dari tubuh saya. Jadi, saat mesin itu benar-benar menindih saya, tubuh saya sempat agak terhimpit." "Saya berhasil mengangkat lengan kiri dan mengurangi sebagian tekanannya, lalu rekan-rekan setim datang membantu mengangkat alat itu sehingga saya bisa membebaskan diri. Namun, saat kaki kiri saya terjepit dan tertekan hebat, rasanya sungguh menakutkan."
Townsend sempat khawatir pergelangan kaki dan lutut kirinya—yang keduanya pernah menjalani operasi—akan mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.
"Saya pikir pergelangan kaki atau lutut kiri saya akan patah. Saya mengira karier saya sudah tamat. Untung sekali saya masih bisa berjalan tertatih-tatih menjauh dan pulih dalam beberapa menit," katanya.
"Ternyata laga tandang melawan Stoke tidak seburuk yang saya kira," kata Townsend.
Diketahui, Andros Townsend pernah bermain di Liga Inggris pada 2012-2024. Pada periode itu, ia memperkuat sejumlah klub, seperti Tottenham Hotspur, Newcastle United, serta Everton.
Ia kemudian melanjutkan kariernya dengan bermain di Liga Thailand pada 2025. Saat itu, ia bergabung dengan Kanchanaburi Power. Ia lalu pindah ke Prachuap pada Agustus 2026.
(Erha Aprili Ramadhoni)