KEGAGALAN tragis Timnas Vietnam U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 memicu gelombang kekecewaan mendalam di kalangan publik sepak bola setempat. Skuad muda asuhan pelatih Yutaka Ikeuchi tersebut harus menelan pil pahit setelah mengakhiri fase grup tanpa satu pun kemenangan dan tersingkir ke Development Group.
Tak hanya gagal lolos ke putaran final Piala Asia U-20 tahun depan, kondisi ini juga membuat generasi muda Golden Star Warrior –julukan Timnas Vietnam– dipastikan absen pada Kualifikasi Piala Asia U-20 edisi 2029 mendatang. Situasi tersebut langsung memunculkan memori lama tentang krisis serupa yang pernah dialami tim senior lebih dari satu dekade silam.
Sejarah mencatat bahwa tim nasional senior Vietnam juga pernah berada di ambang jurang kehancuran pada ajang Piala AFF 2012. Regulasi turnamen kala itu menerapkan aturan ketat di mana dua tim dengan catatan paling minor harus melalui babak kualifikasi untuk edisi berikutnya.
Perjalanan skuad Golden Star Warriors pada turnamen tersebut jauh dari kata memuaskan dan berujung pada ancaman nyata degradasi regional. Skenario terburuk kala itu tinggal menunggu detik-detik pengesahan sebelum akhirnya keajaiban datang menyelamatkan muka sepak bola Vietnam.
"Timnas Vietnam saat itu nyaris menanggung malu besar dan harus merangkak dari babak kualifikasi seandainya dewi fortuna tidak berpihak kepada mereka di menit-menit akhir," bunyi laporan dari media Vietnam, The Thao 247, dikutip Senin (7/9/2026).
Kecemasan suporter akhirnya mereda berkat hasil manis yang tercipta di laga pamungkas grup lain. Kemenangan meyakinkan Filipina atas Myanmar dengan skor dua gol tanpa balas menjadi penentu penyelamatan nasib Vietnam dari jerat zona merah.