JAKARTA – Federasi Futsal Indonesia (FFI) bersama PT Kompetisi Futsal Indonesia (KFI) resmi mengumumkan hasil penataan lisensi partisipasi klub untuk ajang Pro Futsal League (PFL) Indonesia 2026-2027. Melalui kebijakan tersebut, otoritas futsal Tanah Air terpaksa mencabut lisensi dari tiga tim peserta.
Kebijakan penataan lisensi ini diterapkan sebagai wujud nyata komitmen FFI dan PT KFI dalam menjaga integritas serta profesionalisme kompetisi PFL. Regulasi ini memastikan setiap kontestan berada di standar kelayakan tertinggi demi kemajuan ekosistem futsal nasional.
Menyongsong bergulirnya musim kompetisi 2026-2027, evaluasi ketat telah rampung dilaksanakan. Kebijakan tersebut merujuk langsung pada Peraturan FFI Nomor 015/FFI-LGL/VII-PER/2025 mengenai Penataan Struktur Kompetisi serta Mekanisme Lisensi Partisipasi.
Aturan baku tersebut menetapkan bahwa PFL berjalan sebagai liga profesional berkonsep kemitraan tertutup. Seluruh klub peserta diwajibkan untuk menuntaskan serangkaian Uji Kelayakan yang meliputi lima pilar utama, yakni aspek Finansial, Olahraga, Infrastruktur, Hukum, serta Komersial.
Dalam rilis resminya, FFI dan PT KFI menegaskan bahwa status lisensi partisipasi klub di PFL tidak bersifat permanen melainkan dinamis. Oleh sebab itu, konsistensi dalam memenuhi standar profesional yang terukur menjadi kewajiban mutlak bagi setiap manajemen tim.
Akibat ketidakmampuan memenuhi seluruh parameter Uji Kelayakan tersebut, FFI dan PT KFI akhirnya menjatuhkan sanksi pencabutan lisensi. Ketiga tim yang resmi dicoret dan dipastikan absen dari ajang PFL 2026-2027 adalah Fafage Banua, Moncongbulo FC Makassar, serta Asahan All-Star Samarinda.
Keputusan tegas ini diambil agar kualitas kompetisi tetap terjaga di level optimal. Ketiga klub tersebut dinilai gagal memenuhi kriteria baku yang telah ditetapkan dalam regulasi lisensi profesional musim ini.