TIM Nasional (Timnas) Bangladesh meminta FIFA menunda laga penentuan posisi di FIFA ASEAN Cup 2026. Wakil Asia Selatan itu meminta FIFA mengubah jadwal pertandingan karena mereka hendak bersua Timnas Brasil di pada 6 Oktober 2026.
Sekadar diketahui, Bangladesh masuk sebagai pengganti India di FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di Jakarta dan Bandung pada 21 September hingga 3 Oktober 2026. India memilih mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 karena akan bersua beberapa negara peserta Piala Dunia 2026 di FIFA Matchday-September dan Oktober 2026.
Sejauh ini sudah ada tiga negara yang disebut-sebut akan melawan India. Sebut saja Cape Verde, Panama dan Brasil.
FIFA kemudian menunjuk Bangladesh sebagai pengganti India. Wakil Asia Selatan itu tergabung di Grup A Premier Division bersama Malaysia, Singapura dan tuan rumah Indonesia.
Namun, beberapa hari terpilih sebagai peserta FIFA ASEAN Cup 2026, Bangladesh langsung membuat ulah. Mengutip dari Tanveer, Bangladesh meminta kepada FIFA untuk menunda laga penentuan posisi di ajang FIFA ASEAN Cup 2026.
Bangladesh meminta perubahan jadwal karena berniat menghadapi Brasil pada 6 Oktober 2026. Sesuai jadwal, setiap tim akan menjalani tiga pertandingan di fase grup FIFA ASEAN Cup 2026.
Setelah itu, tim peserta akan menjalani satu pertandingan tambahan, entah itu di perebutan juara, posisi tiga, lima atau tujuh. Pertandingan tambahan itu yang diminta Bangladesh agar dijadwal ulang FIFA. Sebab, laga penentuan posisi digelar pada 2 Oktober 2026, atau empat hari sebelum laga Bangladesh vs Brasil.
Terlepas dengan kabar di atas, Timnas Indonesia berpeluang juara FIFA ASEAN Cup 2026. Sebab, Timnas Indonesia akan turun dengan skuad terbaik.
Pemain-pemain terbaik akan membela Timnas Indonesia seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk dan Ole Romeny. Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Malaysia, Singapura dan Bangladesh.
Untuk lolos ke final, Timnas Indonesia wajib finis sebagai juara Grup A. Di final, Timnas Indonesia akan menantang salah satu dari kontestan Grup A yang berisikan Vietnam, Thailand dan Filipina dan Pakistan.
(Ramdani Bur)