Lebih Pilih Brasil, Timnas India Kena Kritik karena Ingin Kirim Tim Lapis Dua ke FIFA ASEAN Cup 2026

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Rabu 12 Agustus 2026 13:49 WIB
Timnas India Kena Kritik karena Ingin Kirim Tim Lapis Dua ke FIFA ASEAN Cup 2026. (Foto: Instagram/indianfootball)
Share :

ASOSIASI Sepak Bola India (AIFF) tengah berada di persimpangan jalan yang memicu perdebatan sengit di internal federasi. Agenda pertandingan persahabatan tingkat tinggi melawan raksasa dunia, Brasil, dikabarkan menjadi prioritas utama para petinggi AIFF meski berbenturan langsung dengan jadwal turnamen regional.

Berdasarkan hasil rapat Komite Eksekutif AIFF, federasi tampaknya lebih memilih menyambut kedatangan Timnas Brasil ketimbang menurunkan skuad utama di ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Padahal, turnamen antarnegara Asia Tenggara tersebut dijadwalkan berlangsung di Indonesia pada 24 September hingga 4 Oktober 2026.

Dalam undian grup, Timnas India yang berjuluk Blue Tigers tergabung di Grup A Premier Division bersama tuan rumah Timnas Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Undangan khusus ini juga turut melibatkan Pakistan sebagai salah satu tim tamu di luar kawasan regional.

Namun, jadwal laga persahabatan melawan Brasil yang jatuh pada 3 Oktober justru bertabrakan langsung dengan agenda turnamen di Indonesia tersebut. Situasi inilah yang memaksa AIFF mempertimbangkan opsi untuk mengirimkan tim lapis kedua atau bahkan menarik diri sepenuhnya dari kompetisi.

1. Potensi Kehilangan Pendapatan

Rencana kontroversial tersebut langsung mendapat tentangan keras dari legenda sekaligus mantan kapten Timnas India, Bhaichung Bhutia, yang hadir dalam rapat penting tersebut. Menurutnya, keputusan mengesampingkan turnamen resmi demi sebuah laga uji coba adalah langkah yang keliru bagi perkembangan jangka panjang sepak bola nasional.

timnas vietnam vs timnas india foto ig @indianfootball

“Mereka (AIFF) ingin (tim utama) bermain di laga Brasil, yang mana menurut saya itu bukan ide bagus. Pertandingannya bagus, tetapi waktunya tidak tepat. Mereka ingin mundur atau mengirim tim kedua ke FIFA ASEAN Cup, yang mana menurut saya itu adalah hal yang sepenuhnya salah,” ujar Bhutia, dikutip dari Sportstar, Rabu (12/8/2026).

Bhutia menegaskan tampil di turnamen kompetitif seperti FIFA ASEAN Cup 2026 jauh lebih bernilai bagi perkembangan tim dibandingkan sekadar melakoni satu pertandingan persahabatan. Terlebih lagi, laporan dari Singapura menyebutkan bahwa setiap peserta berhak mendapatkan match fee atau uang partisipasi sekitar Rp1,19 miliar (USD 125.000) yang terancam melayang jika permohonan tim kedua ditolak FIFA.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya