JAKARTA - Pelatih Aston Villa, Unai Emery, merupakan sosok yang sukses di level antarklub Eropa. Namun, pada Piala Super Eropa, Unai Emery selalu kalah. Ia tiga kalah dalam pertandingan yang mempertemukan juara Liga Champions dan Liga Europa tersebut.
Berdasarkan penelusuran, Unai Emery telah berhasil membawa tim yang diasuhnya ke 6 pertandingan final Liga Europa. Dari 6 pertandingan tersebut, lima di antaranya berakhir dengan gelar juara.
Rinciannya, Unai Emery pernah membawa Sevilla 3 kali berturut-turut ke partai puncak Liga Europa, tepatnya pada musim 2013-2014, 2014-2015, serta 2015-2026. Ia berhasil memenangi ketiga partai puncak tersebut.
Pada 2018-2019, Unai Emery yang melatih Arsenal berhasil lolos ke partai puncak Liga Europa. Namun, sayang ia gagal dalam kesempatan itu lantaran Arsenal dbantai Chelsea 4-1!
Selanjutnya, pelatih berkebangsaan Spanyol itu berhasil membawa Villareal menjadi juara Liga Europa pada 2020-2021 dan teranyar Aston Villa pada 2025-2026. Total ia telah 5 kali menjuarai Liga Europa.
Namun, prestasi menterengnya di Liga Europa berbanding terbalik dengan di Piala Super Eropa, yang mempertemukan juara Liga Champions dan Liga Europa. Unai Emery tiga kali memimpin anak asuhnya dalam laga tersebut.
Namun, pasukan Unai Emery selalu kalah. Pada Piala Super Eropa 2014, Sevilla kalah 0-2 dari Real Madrid. Setahun berikutnya, giliran Barcelona yang menumbangkan Sevilla dengan skor 4-5.
Sementara itu, pada Piala Super Eropa 2021, Unai Emery yang membesut Villareal kalah 6-5 dari Chelsea dalam drama adu penalti setelah pertandingan berakhir imbang 1-1 dalam waktu normal dan babak tambahan.
Kini, Unai Emery lagi-lagi tampil di Piala Super Eropa. Tim asuhannya, Aston Villa akan menghadapi PSG di Stadion Salzburg, Austria, pada Kamis (13/8/2026) pukul 02.00 WIB.
Pelatih berusia 54 tahun itu juga menekankan pentingnya pertandingan Piala Super Eropa melawan PSG pada besok dini hari. Ia pun menargetkan dapat menjuarai Piala Super Eropa.
"Sangat penting," kata Emery mengenai Piala Super Eropa, melansir laman UEFA.
"Kami berusaha meraih kesuksesan dengan cara, pertama-tama, membangun tim pemenang, lalu mengincar dampak positif setelahnya: memenangkan trofi.
Pada partai Piala Super Eropa nanti, Aston Villa akan menghadapi PSG yang dilatih Luis Enrique. PSG menggila dalam 2 musim terakhir. Total, klub Prancis itu telah memenangi 9 trofi, termasuk dua gelar Liga Champions secara beruntun.
Karena itu, pada pertandingan Piala Super Eropa 2026 nanti, apakah Unai Emery berhasil menghapus rekor buruknya? Atau justru Luis Enrique menambah panjang catatan buruk Unai Emery di Piala Super Eropa?
(Erha Aprili Ramadhoni)