Penyebab Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Bukan Sekadar soal Pemain!

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Senin 10 Agustus 2026 15:23 WIB
Timnas Indonesia gagal total di Piala AFF 2026. (Foto: PSSI)
Share :

KEGAGALAN Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2026 tidak bisa lagi sekadar dilihat dari kacamata performa di atas lapangan hijau. Pengamat sepak bola nasional, Abdul Haris yang akrab disapa Bung Ais, menilai ada banyak persoalan sistemik yang saling berkaitan dalam rontoknya skuad Garuda tahun ini.

Dalam program Morning Zone yang tayang di akun youtube Okezone, Bung Ais menilai akar masalah tersingkirnya timnas Indonesia sama sekali bukan karena skuad ini kekurangan materi pemain berkualitas. Namun, masalah utamanya karena para pemain itu gagal dimaksimalkan dengan baik.

"Jika melihat perjalanan Indonesia di turnamen ini, persoalannya bukan karena tim kekurangan kualitas, justru Indonesia punya banyak pemain berindividu mumpuni yang sayangnya gagal diterjemahkan menjadi konsistensi tim," ujar Bung Ais dalam program Morning Zone, dikutip Senin (10/8/2026).

Lebih lanjut, Bung Ais menyoroti kinerja sang juru taktik, John Herdman, yang dinilai masih gagap membaca atmosfer turnamen regional. Padahal, rekam jejak laga uji coba sebelum turnamen seperti di FIFA Matchday tampak sangat menjanjikan dengan torehan delapan gol dan hanya sekali kalah dari Bulgaria.

"Pelatih John Herdman terlihat kurang memahami karakter keras sepak bola Asia Tenggara, sehingga transisi dari uji coba ke kompetisi resmi gagal diadaptasi dengan baik," tegas Bung Ais.

Susunan pemain Timnas Indonesia vs Timnas Vietnam di Piala AFF 2026 (Foto: Okezone/Aldhi Chandra)

1. Buntu Secara Taktis

Kendala krusial berikutnya yang dikuliti Bung Ais adalah ketiadaan rencana cadangan ketika skema utama Timnas Indonesia berhasil dibaca oleh lawan. Pola serangan yang terlalu monoton, yakni mengandalkan build-up dari belakang dan crossing manja ke arah Mitchell Baker, menjadi bumerang tersendiri bagi Timnas Indonesia.

"Persoalan paling mencolok adalah kita tidak punya plan B. Begitu lawan berhasil mematikan umpan silang ke Mitchell Baker, tim langsung kebingungan mencari celah," sambung Bung Ais.

Keroposnya lini pertahanan juga menjadi catatan merah tersendiri, khususnya dalam meredam transisi cepat dan serangan balik lawan melalui sektor sayap. Bung Ais menyayangkan kelemahan klasik saat melawan Timor-Leste tersebut tidak kunjung diperbaiki hingga babak krusial kontra Vietnam.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya