Sebagai bentuk komitmen pemerintah, Prabowo mengaku telah meminta Menteri Pemuda dan Olahraga yang juga menjabat Ketua Umum PSSI untuk menyusun blueprint Tim Nasional Indonesia menuju Piala Dunia 2030.
"Saya telah meminta Menteri Pemuda dan Olahraga, sekaligus Ketua Umum PSSI, untuk menyusun blueprint Tim Nasional Indonesia menuju Piala Dunia 2030 sebagai arah pembangunan sepak bola Indonesia secara berkelanjutan," katanya.
Ia menambahkan pemerintah akan terus hadir melalui pendanaan, pembangunan infrastruktur, penguatan pembinaan usia dini, peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga, serta berbagai kebijakan yang mendukung kemajuan sepak bola nasional.
Meski demikian, Prabowo menegaskan target menuju Piala Dunia 2030 tidak bisa diwujudkan oleh pemerintah dan PSSI semata. Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan harus terlibat.
"Klub, akademi, pelatih, pemain, suporter, pemerintah daerah, dunia usaha, media, dan seluruh masyarakat harus berjalan dalam satu semangat yang sama. Semangat untuk membangun sepak bola Indonesia yang profesional, berintegritas, berprestasi, dan membanggakan bangsa," ujarnya.
Prabowo pun berharap setiap anak Indonesia berani bermimpi mengenakan lambang Garuda di dada mereka dan memperoleh kesempatan yang sama untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
"Saya ingin setiap anak Indonesia berani bermimpi mengenakan lambang Garuda di dadanya. Tetapi lebih dari itu, saya ingin negara memastikan bahwa setiap anak yang memiliki mimpi tersebut memperoleh kesempatan untuk menggapainya," katanya.
Di akhir sambutan, Prabowo menyatakan optimistis Indonesia mampu mewujudkan target besar tersebut melalui persatuan, kerja keras, disiplin, dan semangat gotong royong.
"Saya yakin dengan persatuan, kerja keras, disiplin, dan semangat gotong royong, Indonesia akan mampu mencapai cita-cita besar tersebut. Bukan hanya untuk lolos ke Piala Dunia 2030, tetapi untuk membangun Indonesia yang semakin kuat, semakin dihormati, dan semakin disegani oleh dunia," pungkasnya.
(Rivan Nasri Rachman)