Tekanan masif dipastikan langsung menghantam pundak pelatih Kim Sang-sik apabila skenario buruk tersebut benar-benar terjadi di Stadion Pakansari. Segala keputusan taktik, pemilihan susunan pemain, hingga efektivitas strategi sang juru taktik asal Korea Selatan itu bakal menjadi bahan evaluasi tajam.
Kendati demikian, sejarah panjang mencatat kegagalan di masa lalu sering kali menjadi fondasi penting bagi kebangkitan sepak bola Vietnam. Pengalaman pahit di turnamen regional kerap memaksa federasi dan jajaran pelatih melakukan perombakan total demi perbaikan jangka panjang.
Jika kekalahan dari Timnas Indonesia itu terjadi karena faktor kualitas lawan yang memang lebih unggul, hal tersebut bisa menjadi pelajaran berharga. Pelatih Kim Sang-sik tentu akan mendapatkan ruang evaluasi untuk meracik variasi taktik yang lebih adaptif menghadapi peta persaingan sepak bola modern.
Terlebih, kalender kompetisi internasional masih panjang dengan agenda penting seperti Kualifikasi Piala Asia serta persiapan menuju FIFA ASEAN Cup 2026. Kegagalan di Piala AFF 2026 dipercaya takkan membuat sepak bola Vietnam hancur.
(Rivan Nasri Rachman)